AMD Radeon RX 480: Kartu Grafis Terjangkau, Tapi Tak Berarti Berperforma Murahan


Pengantar

Performa untuk semua

Saat ini adalah masa yang menyenangkan bagi para gamer PC. Menyusul peluncuran NVIDIA GeForce GTX 1070 dan 1080 yang berbasiskan Pascal – keduanya menawarkan tingkatan performa yang belum pernah ada sebelumnya di level harga yang ditawarkan – AMD mengumumkan Radeon RX 480 di Computex 2016 dengan tawaran harga menarik hanya US$ 199 untuk versi 4 GB.

Menariknya lagi, AMD menyampaikan klaim menggoda bahwa dua kartu grafis Radeon RX 480 dalam konfigurasi CrossFire berperforma lebih baik dari GeForce GTX 1080. Artinya, secara teori Anda bisa mengungguli kartu grafis unggulan NVIDIA berharga US$ 699 hanya dengan mengeluarkan uang US$ 500, yang sekali lagi menambahkan poin harga terjangkau (asalkan Crossfire berjalan dengan lancar).

Kemudian, AMD melengkapi jajaran produk Polaris dengan mengumumkan Radeon RX 460 dan 470 di ajang E3 di mana keduanya ditujukan bagi para gamer yang mencari opsi lebih terjangkau namun berturut-turut masih bisa menangani beberapa tingkatan gaming VR dan non-VR dengan performa tinggi.

Peluncuran tersebut sebenarnya memberikan kesan yang menarik bagi AMD. Hingga Vega – chip GPU generasi mendatang AMD – diluncurkan, sepertinya AMD tidak akan berhadapan langsung dengan kartu grafis kelas atas Pascal besutan NVIDIA. AMD lebih memilih khalayak ramai sebagai sasaran dan mempertimbangkan harga RX 480 dan performa yang ditawarkannya, maka bisa saja menjadi keputusan yang tepat.

Arsitektur GCN Generasi Keempat

Radeon RX 480 berbasiskan pada Polaris, yang sebenarnya adalah arsitektur Graphics Core Next (GCN) generasi keempat. Jika Fiji menambahkan fitur seperti High Bandwidth Memory (HBM), Polaris sepertinya lebih fokus pada optimasi seperti peningkatan pemrosesan geometri, peningkatan efisiensi shader, dan kemampuan asynchronous compute lebih fleksibel.

Peningkatan efisien tersebut memungkinkan AMD mendapatkan performa ekstra dari arsitektur GCN yang melakukan debutnya pada 2012. Misalnya, mesin geometri yang ditingkatkan kini memiliki cache indeks baru yang mengurangi pergerakan data dan membebaskan sumber daya bandwidth internal.

Seperti Pascal, Polaris juga menggunakan memori lebih efisien dan mesin delta compression. Kompresi warna delta (Delta Color Compression) atau disingkat DCC, merupakan metode meningkatan bandwidth memori dengan memanfaatkan fakta bahwa seluruh blok piksel seringkali menyimpanan data yang mirip. Biasanya, GPU akan memperlakukan tiap piksel seolah memiliki nilai unik dan berbeda, tapi karena DCC memproses blok piksel dan hanya menyimpan satu nilai (sisanya disimpan di delta), maka mampu mengurangi kebutuhan bandwidth.

DCC telah digunakan sejak GCN 1.2 (atau AMD Radeon R9 285 ke atas) dan Polaris kini memiliki pembaruan kontrolre memori yang mendukung hingga memori GDDR5 8 Gbps. Efek secara umumnya adalah untuk memperpanjang umur memori GDDR5, sebuah standar yang kemungkinan besar bakal menghilang karena digantikan oleh GDDR5X dan HBM2 di kartu grafis masa depan.

Berbasiskan GCN, Polaris juga memiliki kemampuan asynchronous compute yakni kemampuan memroses beban komputasi dan grafis secara simultan. Termasuk di antaranya fitur baru seperti Quick Response Queue yang memungkinkan fleksibilitas lebih besar dalam menangani kedua tipe tugas tersebut. Jika GCN memprioritaskan tugas pemrosesan grafis dibandingkan dengan tugas komputasi, Quick Response Queue kini memungkinkan GPU mengalokasikan sumber daya lebh besar bagi tugas komputasi saat dibutuhkan, tanpa menghentikan pemrosesan tugas grafis.

Alternatif lainnya, tugas komputasi juga mampu memroses beban grafis lebih dahulu sehingga GPU bisa mengalihkan seluruh sumber daya kepada komputasi saat diperlukan.

Membuat VR lebih terjangkau

Radeon RX 480 mengusung 36 Compute Unite (CU) dengan total 2304 prosesor stream dan 144 Texture Mapping Unit (TMU). Jumlah CU yang dimiliki Radeon RX 480 menempatkannya di antara Radeon R9 380 dan 390X, tapi dengan banderol harga lebih terjangkau. Unit review kami merupakan model 8 GB yang memiliki banderol harga US$ 239, sedikit lebih mahal dibandingkan dengan model 4 GB. Berikut adalah spesifikasi singkat Radeon RX 480:

Radeon RX 480 berjalan pada kecepatan base clock 1266 MHz dan menghasilkan performa single-precission floating point 5,8 TFLOP yang tidak tertinggal jauh dari 6,46 dan 8,9 TFLOP berturut-turut milik NVIDIA GeForce GTX 1070 dan 1080, terutama saat mempertimbangkan harganya.

Desain rujukan memiliki PCB yang tergolong pendek, itu sudah termasuk kipas bertipe blower. Rongga ventilasi bukan hanya tersedia di bagian ujung kartu grafis karena tersedia pula di bagian atas Radeon RX 480 untuk membantu melepaskan panas. Jubah pendingin terbuat dari plastik dengan pola titik yang menyerupai desain Radeon R9 Fury X.

Radeon RX 480 menyediakan tiga port DisplayPort 1.3/1.4 dan konektor HDMI 2.0b. Jajaran port tersebut merupakan standar terkini sehingga Radeon RX 480 mendukung fitur seperti video HDR dan layar beresolusi lebih tinggi dengan refresh rate tinggi, misalnya video standard definition 4K pada 120 Hz.

Radeon RX 480 juga menjadi GPU pertama AMD dengan proses pabrikasi FinFET 14 nm yang lebih efisien sehingga memungkinkan penghematan daya. Berbicara konsumsi daya, Radeon RX 480 memiliki TDP 150 Watt sehingga membutuhkan konektor daya PCIe 6-pin. Angka tersebut tergolong rendah, namun tidak terlalu memikat – terlepas dari penegasan AMD seputar penghematan daya yang ditawarkan Polaris – karena NVIDIA GeForce GTX 1070 memiliki TDP serupa, namun memiliki kekuatan lebih tinggi. Konsumsi daya NVIDIA GeForce GTX 1080 juga tidak terlalu tinggi di angka 180 Watt, sehingga AMD tidak bisa dibilang menghadirkan gebrakan di sisi konsumsi daya dibandingkan dengan pesaingnya.

Radeon RX 480 merupakan senjata utama AMD untuk memungkinkan VR terjangkau bagi khalayak lebih luas. AMD menyatakan bahwa hanya 16 persen pengguna PC membeli kartu grafis yang mendukung game dan aplikasi VR dan mayoritas pengguna menggunakan kartu grafis dengan rentang harga US$ 100 dan US$ 300. Biasanya, kartu grafis tersebut tidak cukup kuat untuk menggerakkan gaming VR – AMD mengungkapkan proporsi PC berkemampuan PC hanya 1 persen dari 1,43 miliar PC secara global – itulah yang ingin diubah oleh AMD melalui Radeon RX 480.

AMD menyatakan Radeon RX 480 bakal menghadirkan mesin VR lebih ringkas dan terjangkau. Saat sesi demo pada PC Gaming Show di E3, CEO AMD Lisa Su memamerkan Dell Alienware VR yang dilengkapi dengan Radeon RX 480, menunjukkan kemungkinan gelombang baru sistem PC berkemampuan VR yang kecil dan kuat.

Untuk performa, Radeon RX 480 memang tidak sekelas dengan NVIDIA GeForce GTX 1070 dan 1080, namun untuk banderol harga yang ditawarkannya, tidak banyak yang bisa dikeluhkan.