Artikel Utama

IFA 2013 GPC: Beragam Kategori Produk Saling Sikut Berebut Pasar

IFA 2013 GPC: Beragam Kategori Produk Saling Sikut Berebut Pasar


IFA 2013 GPC: Beragam Kategori Produk Saling Sikut Berebut Pasar

Ajang tahunan IFA Global Press Conference, atau IFA GPC, yang diselenggarakan oleh Messe Berlin dan gfu, berlangsung di Sardinia, Italia, pada April 2013. Berlangsung sekitar dua hari dan dihadiri 300 jurnalis asal Australia (pertama kalinya), Amerika Serikat, Eropa, Afrika dan tentu saja Asia (termasuk HardwareZone.com), IFA GPC mengambil lokasi di resor pulau Forte Village, selatan kota Cagliari, dekat desa Pula. Di sana, para jurnalis memperoleh informasi mendalam tentang kinerja pasar consumer electronics dan peralatan rumah tangga digital, terutama di Eropa, mengingat buruknya dampak yang dialami benua biru sejak terjadi krisis ekonomi 2011-2012.

Sebelum masuk ke analisa, berikut adalah beberapa fakta: pameran dagang consumer electronics IFA 2013 akan diselenggarakan di Berlin, Jerman mulai 6-11 September 2013. Tahun lalu, ajang IFA diikuti oleh 1.439 peserta pameran dengan luas area 142.200 meter persegi dan mencetak angka penjualan 3,8 miliar euro. Jumlah pengunjung sekitar 240.000. Bisa dibilang angka yang lumayan besar.

Tidak seperti Consumer Electronics Show (CES), yang biasanya diselenggarakan awal Januari di Las Vegas tiap tahunnya, pameran IFA memiliki beberapa perbedaan utama:

  • IFA diselenggarakan di September yang dekat dengan perayaan Natal dan musim belanja, sehingga memberikan gambaran lebih baik kepada pengunjung tentang produk yang sudah maupun belum masuk ke pasar. CES biasanya memamerkan produk yang masih dalam tahap pengembangan atau prototipe (tapi kami duga IFA 2013 akan menawarkan sedikit perubahan).
  • Selain consumer electronics, IFA memiliki aula khusus inovasi alat rumah tangga seperti pencukur berteknologi tinggi, smart oven, mesin pembuat kopi canggih, penyedot debu hemat energi, mesin cuci, dll.
  • Semua berada dalam satu ruangan sangat besar dan nyaman (berbeda dengan CES, yang harus bolak-balik antara hotel dan aula pameran). Oiya, apa kami sudah menyebutkan bahwa mereka merayakan Oktoberfest dari akhir September hingga Oktober di Jerman?

Yang kami tahu seputar penyelenggara IFA bahwa pertunjukan pameran September tahun ini akan fokus pada siklus hidup produk mereka, jadi diharapkan produk baru diumumkan dan siap meluncur ke pasaran tepat pada waktunya untuk musim Natal dan liburan di Desember (lihat poin 1 di atas).

Pastinya, lantaran ajang IFA diselenggarakan di Eropa, banyak yang bertanya apakah gejolak dan tekanan ekonomi yang dialami negara seperti Yunani dan Siprus saat ini akan berdampak ke ajang tersebut. Berikut adalah bagan penurunan ekonomi dari Gfk. Premis dasarnya adalah meski negara berekonomi besar seperti Prancis, Jerman, Austria dan Inggris akan mengalami peningkatan ekonomi di 2013 dibandingkan dengan 2012, namun keadaan ekonomi di Eropa Selatan seperti Italia, Spanyol, Yunani, Portugal, dan Belanda akan masih mengalami pertumbuhan negatif, setidaknya sampai 2014.

Bagi khalayak HardwareZone, kami memutuskan untuk memperhatikan bagaimana keadaan ekonomi di negara-negara berkembang dan maju di Asia hingga 2014. Dengan prakiraan 25% pangsa pasar digital global di pasar negara berkembang Asia (36% jika menyertakan negara Asia maju seperti Jepang dan Korea Selatan), apa yang akan mendorong pertumbuhan hingga 2014 tersebut menurut prakiraan Gfk? Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, bukankah lebih baik fokus terhadap apa yang bisa diberikan oleh Asia pada pameran besar consumer electronics dan peralatan ruamah tangga di dunia?

Mari kita lihat. Tidak mengherankan, di Asia Tenggara sendiri, porsi signifikan pertumbuhan pasar digital akan didorong oleh telekomunikasi. Yang lebih tidak mengherankan yaitu banyak smartphone menjarah kategori ‘foto’ dengan menempati kategori kamera 8 megapiksel ke bawah. Jika melihat keadaan saat ini, kebanyakan kamera digital mengusung sensor minimal 10 megapiksel ke atas. GfK memperkirakan tren tersebut terus berlanjut lagi hingga 2014.

Jika membandingkan jumlah dan nilai penjualan produk konsumen (CE, Photo, TI, Telekomunikasi) dan peralatan rumah tangga yang terjual di 2011 dan 2012, tampak jelas meski telekomunikasi memimpin dan consumer electronics berada di posisi kedua, industri lainnya (fotografi, TI dan peralatan rumah tangga) masih mengalami kesulitan saat memasuki 2012, meski terdapat perbaikan (kecuali kamera digital dan fotografi).

Sementara ponsel kamera dan kamera digital bersaing dalam kategori foto dan telekomuniasi, pada kategori TI, desktop, notebook ultra tipis dan all-in-one bergulat di wilayah berbeda untuk mereka sendiri. Tabel di atas menunjukkan betapa progresifnya tablet memasuki ranah TI, meraih 23% pangsa pasar di 2012. Sedangkan notebook terus mendominasi pangsa pasar 48% di 2012, atau mengecil dari angka dominan 56% di 2011 (berkurang 8%) dibandingkan dengan tablet yang naik 8% dari 15% di 2011.
Kita tahu adanya persaingan di industri berbeda. Namun, pertarungan besar lainnya terjadi di kategori CE. Empat teknologi industri TV berusaha untuk mengalahkan satu sama lain merebut pangsa pasar – mereka adalah TV dengan fungsi Internet (biasa dikenal dengan Smart TV), LED, Plasma, dan teknologi 3D, atau gabungan dari keempat fungsi tersebut. Teknologi kelima, atau ukuran layar, UHD, atau Ultra HD, sebentar lagi akan bergabung dalam persaingan tersebut ketika semakin banyak model masuk ke pasaran dan industri siaran televisi, studio, dan kreator konten menawarkan strategi konten UHD yang baru dan berbeda.

Jadi kesimpulannya, kita tahu bahwa keadaan ekonomi negara berkembang Asia menopang pasar digital di dunia dengan pangsa pasar 25%, sehingga tunggu saja pengaruhnya di ajang IFA 2013 di September. Kita juga tahu bahwa kategori produk berbeda mengalahkan pasar satu sama lain di rentang produk tertentu: ponsel kamera dengan kamera; tablet dengan notebook/desktop; serta teknologi yang berbeda di kategori TV/CE. Lebih mudah ditebak arah pergerakan persaingan tersebut menuju 2014, sementara lainnya lebih sulit diprediksi.