Review: ASUS ZenFone 3 – Smartphone Kelas Menengah Seksi


Desain & Fitur

Perjalan menuju ZenFone 3

Divisi mobile ASUS telah meluncurkan beragam varian ZenFone 2 di sepanjang 2015. Meskipun menghadirkan banyak alternatif pilihan seperti ZenFone 2 (varian RAM 4 GB), ZenFone Selfie, dan smartphone berkapasitas baterai besar ZenFone Max, para penggemar setia ASUS dan enthusiast sistem operasi Android juga menanti ZenFone generasi baru yang diluncurkan di Computex 2016. Mengingat lamanya jangka waktu seri ZenFone 2, maka membuat ASUS ZenFone 3 sebagai penerus yang paling dinantikan.

Yang membuat ZenFone 3 sedikit lebih menarik adalah penggunaan SoC baru Snapdragon 625. Meskipun tidak seganas SoC unggulan, Snapdragon 820, Snapdragon 625 diproduksi menggunakan proses pabrikasi FinFET 14 nm – proses yang sama seperti SoC unggulan. Tidak hanya itu, ASUS juga menawarkan fitur menarik seperti teknologi otofokus ASUS TriTech untuk kamera belakang dan desain bodi baru.

ASUS menawarkan ZenFone 3 dalam dua varian: versi 5,2 inci dengan RAM 3 GB dan media penyimpanan berkapasitas 32 GB dengan tawaran harga Rp. 4.099.000 dan versi 5,5 inci dengan RAM 4 Gb dan media penyimpanan berkapasitas 64 GB dengan tawaran harga Rp. 5.099.000. Di luar ukuran layar, RAM dan kapasitas media penyimpanan internal, kedua smartphone identik.

Selain kedua ZenFone 3 tersebut, ASUS juga menghadirkan smartphone kelas atas ZenFone 3 Deluxe. Model tersebut mengusung desain yang berbeda dan dilengkapi prosesor unggulan Qualcomm Snapdragon 821. Harga yang ditawarkan pun jauh lebih mahal hingga Rp. 11.099.000 untuk model ZenFone 3 Deluxe tertinggi. Anda bisa menyimak informasinya pada laporan kami tentang acara ASUS Zenvolution 2016. Ulasan ini kami akan membahas tentang ASUS ZenFone 3 5,2 inci (ZE520KL)

 
Harga
  • Rp. 3.099.000 (ZE520KL)
Jaringan
  • Hingga 4G LTE
Sistem Operasi
  • Android 6.0 dengan ASUS ZenUI 3.0
Prosesor
  • Qualcomm Snapdragon 625 octa-core, 2,0 GHz
Memori
  • RAM 3 GB
Layar
  • 5,2-inci / 1920 x 1080 piksel / IPS
Kamera
  • Belakang: 16 MP, f/2.0, TriTech AutoFocus, 4-axis OIS
  • Depan: 8 MP, f/2.0
Video
  • 3-axis EIS perekaman video hingga resolusi 4K
Audio
  • Hingga 24-bit, 192 kHz Hi-Res Audio
Konektivitas
  • Wi-Fi 802.11 b/g/n/ac, Bluetooth 4.2, NFC, USB 2.0 Type-C, Wi-Fi Direct
Media Penyimpanan
  • Kapasitas 32 GB (ekspansi via microSD hingga 2 TB)
Baterai
  • 2650 mAh
Dimensi
  • 146,87 x 73,98 x 7,69 mm
Bobot
  • 144 gram

Desain

Seri ZenFone hadir dengan desain khas “lingkaran konsentris”, demikian pula dengan ZenFone 3. Desain lingkaran terpusat tersebut ingin menyajikan penampilan gelombang air yang muncul setelah dijatuhi tetesan air. Namun, penampilannya pada seri ZenFone 3 tidak kentara karena berada di balik panel Gorilla Glass 3 baik di bagian depan maupun belakang. Untuk melihat desain tersebut, Anda mesti memiringkan smartphone pada sudut tertentu di bawah kondisi pencahayaan yang tepat.

Yang mencolok dari ZenFone 3 adalah kualitas rancang bangun secara umum dan pilihan materialnya. Lapisan kaca di bagian belakang merupakan pembaruan besar dibandingkan dengan penutup plastik serupa metal pada pendahulunya. Pinggiran bersudut tirus konsisten dengan bentuk tombol – bisa menyatu dengan baik ke dalam sasis aluminium di bagian sisi.

Smartphone berketebalan 7,68 mm ini terasa jauh lebih ringan dari kelihatannya, tapi terasa cukup kokoh di manapun kami menggenggam. Pinggiran bersudut tirus tidak banyak meningkatkan sisi ergonomiknya, tapi posisi tombol dan sensor sidik jari berada di tempat yang tepat. Kami bisa meletakkan jari dengan mudah pada tombol daya dan keberadaan sensor sidik jari di bagian belakang memudahkan mengaktifkan smartphone dari keadaan terkunci. Ya, ZenFone 3 mengusung sensor sidik jari dan menjadi yang pertama bagi ASUS.

ZenFone 3 menghadirkan kesan bahasa desain monolitik yang menarik peninggalan Sony, tapi interpretasi yang dilakukan ASUS membuat ZenFone 3 terlihat nyaman dan premium. Jika Anda menilai smartphone hanya dari penampilannya, maka mudah untuk keliru menganggap ZenFone 3 berbanderol lebih mahal dari Rp. 4.099.000.

Layar & Audio

ASUS ZenFone 3 mengusung panel layar IPS Full HD (1920 x 1080 piksel) 5,2 inci. Tingkat kecerahannya mencapai 600 nits dan memiliki sudut pandang 178 derajat. Kombinasi panel layar IPS, sudut pandang lebar, dan tingkat kecerahan di atas rata-rata membuat layar ZenFone 3 bisa dibaca dari sudut manapun. Meskipun warnanya tidak segemilang layar AMOLED, ZenFone 3 merupakan salah satu smartphone berlayar paling terang yang pernah kami uji hingga kini. Warna hitam pada gambar uji memiliki kedalaman memadai, sedangkan warna-warna mirip yang saling berdampingan mampu tampil mencolok dan tidak terpengaruh warna lainnya. Ada sedikit nuansa hangat (terlihat pada warna putih salju pada gambar di atas), tapi tidak terlalu kentara dalam penggunaan sehari-hari. Lagi pula, temperatur warna hangat (kemerahan) merupakan warna kehidupan yang akan membuat warna kulit terlihat alami dan hidup. 

Untuk audio, ZenFone 3 menggunakan speaker “5-magnet NXP Amp” untuk menyuguhkan volume dan frekuensi kentara. ASUS mengklaim, keputusan menggunakan speaker lima-magnet (dikembangkan oleh tim spesialis audio ASUS) dengan amplifier speaker NXP memungkinkan ZenFone 3 menyuguhkan volume kencang dengan distorsi rendah sekaligus memastikan tidak ada kerusakan pada speaker seiring berjalannya waktu.

ZenFone 3 mendukung output Hi-Res Audio yang merupakan fitur menarik untuk smartphone Rp. 4 juta-an. Bagi yang belum tahu, audio Hi-Res merupakan standar sertifikasi yang berarti bahwa ZenFone 3 bisa memutar file audio berspesifikasi 24-bit / 96 kHz atau 24-bit / 192 kHz. Untuk menikmati fitur audio ini, cukup hubungkan ZenFone 3 dengan speaker eksternal atau headphone yang mendukung Hi-Res Audio. Kualitas audionya memadai dan fungsional – terdapat pemisahan jelas antara frekuensi bass, treble, dan menengah yang disajikan speaker internal.

UI & Fitur

ASUS ZenUI 3.0

Sebagian besar fungsi baru pada ZenUI 3.0 tidak tergolong mendalam. Anda bisa menemukan animasi cuaca untuk notifikasi yang berhubungan dengan cuaca. ASUS mengimplementasikan efek bokeh pada drawer aplikasi. Bagaimanapun, perlu dicatat bahwa ZenUI versi baru pada ZenFone 3 terasa bersih dan intuitif, meskipun bukan UI yang paling menarik secara visual untuk sistem operasi Android 6.0 (Marshmallow).

GameGenie

ZenFone 3 menyediakan fitur baru berupa peluncur game bernama GameGenie. Fitur ini secara otomatis berjalan saat aplikasi game dijalankan. Mirip seperti Game Launcher pada seri Samsung Galaxy S7, GameGenie tampil sebagai ikon kecil yang melayang di layar. 

Namun GameGenie menyediakan seperangkat utilitas sedikit berbeda. Anda tetap bisa meningkatkan performa smartphone via Speed Booster, tapi GameGenie menawarkan kemampuan mencari tips dan panduan game menggunakan tombol Search. Fitur Search akan membuka browser dengan tautan relevan tanpa meninggalkan game sehingga berguna. Anda bisa menghubungkan akun YouTube dan Twitch ke GameGenie yang bisa membantu saat menggunakan Search untuk mencari panduan video game tertentu. 

Game pada smartphone memiliki rentang kesulitan yang lebar, mulai dari game casual seperti Pokémon hingga game strategi yang rumit, sehingga GameGenie tidak benar-benar membantu untuk setiap aplikasi. Selain itu, jika Anda bukan pengguna yang bermain game di smartphone, opsi ini akan jarang atau bahkan tidak digunakan sama sekali.