Smart City Summit & Expo 2018 Digelar, Suguhkan Solusi Teknologi Kota Pintar


Smart City Summit & Expo 2018 Sebagai Platform Global

Smart City Summit & Expo 2018 sebagai pusat dan platform kota pintar global

Pameran dagang smart city tahunan terbesar di Asia, Smart City Summit & Expo (SCSE), resmi digelar di Taipei Nangang Exhibition Center, Taipei, Taiwan pada 27-30 Maret 2018. SCSE merupakan pameran dagang komprehensi business-to-business (B2B) di kalangan industri smart city. Perhelatan empat hari tersebut menyediakan peluang jejaring dan serangkaian seminar eduksi serta pameran beragam inovasi teknologi smart city. Beragam solusi teknologi inovatif tersebut disediakan untuk mengumpulkan data dan analisa secara real time guna mengatasi masalah di sektor perumahan, pendidikan, lingkungan, keamanan, dan kesehatan.

Diperkirakan lebih dari 120 pejabat dan gubernur dari 120 kota di dunia hadir dan sekitar 300 delegasi dan wakil beberapa negara juga turut serta yang menunjukkan besarnya skala global ajang tersebut. Tahun ini, SCSE edisi kelima tersebut diperkirakan menghadirkan 1200 pembeli dari sekitar 50 negara dan menarik sekitar 16.000 peserta konferensi dan 30.000 pengunjung, termasuk di antara sejumlah pedagang ritel internasional.

SCSE 2018 mengusung tema “Building Smart Cities on the IoT”. Mengingat perkotaan di seluruh dunia menyadari potensi besar Internet of Things (IoT), maka membangun perkotaan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan nyaman untuk ditinggali dengan mengubah infrastruktur dengan solusi Internet of Things (IoT) kian menjadi nyata. SCSE 2018 berupaya mengelaborasi topik yang sama seperti tahun lalu untuk mengembangkan gagasan lebih jauh tentang pembangunan kota pintar berdasarkan Internet of Things.

Presiden Republic of China (Taiwan), Tsai Ing-wen, dalam sambutan pembukaannya mengungkapkan keunggulan bakat, teknologi, dan dukungan kebijakan pemerintah membuat Taiwan mampu bersaing di era kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT).

“Taiwan memiliki peran pentaing dalam rantai pasokan informasi global dan industri ICT,” kata Tsai Ing-wen. “Selain memiliki pondasi teknis solid, perusahaan asal Taiwan secara proaktif telah berinvestasi mengembangkan AIoT (Artificial Intelligence of Things), sementara itu pemerintah mendorong proyek Asia Silicon Valley Development Agency (ADVDA) dan program lainnya untuk menciptakan area pengujian.” Tsai Ing-wen menambahkan bahwa Taiwan telah menjadi pemimpin di era ICT dan akan mampu bersaing di era AIoT.

Untuk menghadirkan panggung lebih besar untuk inovasi IoT yang diakselerasi oleh kolaborasi lintas industri dan domain, pemaran tahun ini akan menyajikan “Smart Healthcare Expo”, “Intelligent Building Expo”, dan “Future Education Expo”. Visi yang diketengahkan adalah mengubah SCSE menjadi platform smart city terbesar di Asia.

Tahun ini ada sekitar 12 kota besar yang menyuguhkan paviliun kota termasuk di antaranya Kyoto, Jepang; Catalonia, Spanyol, dan kota-kota dari Inggris, Perancis, Australia, Hungaria, Denmark, Israel, Polandia, Rusia, Meksiko, dan Mongolia. Paviliun Taiwan menyajikan daerah Taipei, New Taipei, Taoyuan, Taichung, Tainan, Kaohsiung, Hualien, dan Yilan. Proyek Asian Silicon Valley di Taiwan juga mengundang 7 kota dan deaerah untuk bergabung dalam satu tema paviliun.