Ulasan Apple iPhone X: iPhone Masa Depan


Desain, Layar, Audio

Catatan: Artikel ini pertama tayang pada 9 November 2017, mengalami pembaruan setelah ada harga resmi di Indonesia.

iPhone X adalah iPhone paling menarik sejak… ehmm iPhone pertama. Di sini, pengucapan X dibaca “ten”, atau fakta bahwa itu adalah desain iPhone baru pertama yang kita lihat dalam tiga tahun terakhir, tetapi ketika Tim Cook mengenalkannya pada bulan September lalu, kami mengucap dalam hati “harus memiliki smartphone ini” dan namun kami tidak mengucapkannya dalam waktu lama.

iPhone X memiliki banyak hal baru: iPhone pertama dengan layar OLED, iPhone pertama tanpa tombol Home, pertama dengan Face ID, dan memiliki desain layar keseluruhan tanpa bezel. Apakah hal tersebut cukup meyakinkan Anda jika smartphone ini berharga Rp 17.999.000 (versi 64 GB) dan Rp 20.799.000 (versi 256 GB).

Spesifikasi iPhone X
Sistem Operasi iOS 11.1
Prosesor

Apple A11 Bionic hexa-core

RAM 3 GB
Layar OLED 2.436 x 1.125 piksel 5,8 inci
Kamera

Belakang: Dual 12-megapixel, (f/1.8, 28mm & f/2.4, 56mm) with phase detection autofocus, OIS, and quad LED (dual-tone) flash

Depan: 7-megapixel, f/2.2 FaceTime HD camera

Konektivitas

Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, 4G+ LTE Cat 12 (up to 600Mbps), dual-band, hotspot, Bluetooth v5.0, A2DP, LE, GPS, GLONASS, Lightning connector

Penyimpanan Internal 64 / 256 GB
Baterai 2.716 mAh
Dimensi

143,6 x 70,9 x 7,7 mm

Bobot 174 gram
Harga Mulai Rp 17.999.000

DESAIN

Ketika awal-awal debutnya, iPhone hanya mengusung satu ukuran layar dan terasa sangat baik, tetapi beberapa tahun kemudian, tersedia ukuran 4,7 inci dan 5,5 inci (model Plus), dan kami tidak pernah benar-benar puas pada keduanya. Ketika layar kecil terasa baik-baik saja pada iPhone, kini kami merasa layar iPhone normal agak kecil, tetapi kami juga merasa Plus agak sedikit terlalu besar di genggaman tangan, dan kami selalu khawatir akan terjatuh.

Namun iPhone X berada di antaranya. Layar tanpa bezel agak lebih lebar dan panjang dibandingkan dengan iPhone 8, namun berbentuk lebih sempit dan pendek dibandingkan dengan 8 Plus, menjadikannya jauh lebih nyaman digunakan dan digenggam.

Meski layar tanpa bezel adalah daya tarik iPhone X, namun bukan menjadi yang paling utama.

Bingkai alumunium yang telah digunakan Apple sejak iPhone 6 telah diganti dengan stanless steel yang mengelilingi sisi iPhone. pada model Silver terdapat lapisan chrome yang bersinar, sedangkan model Space Gray X dilengkapi lapisan DLC (Diamond Like Carbon) yang agak reflektif, tetapi tidak terlalu mengkilap.

Seperti 8 dan 8 Plus, bagian belakang X memiliki material kaca, yang mendukung pengisian baterai secara nirkabel. X juga dilengkapi dengan konfigurasi kamera belakang seperti 8 Plus, namun kali ini kamera tersebut berorientasi secara vertikal. Menurut Apple, alasan perubahan orientasi tersebut dikarenakan oleh komponen internal – tampaknya kamera TrueDepth di bagian depan.

Tombol daya (kini secara resmi berganti nama sebagai “Side Button”) agak sedikit lebih panjang pada X dibandingkan dengan 8 atau 8 Plus. Itu agak terlihat seperti tombol volume, tetapi hanya satu tombol. Dengan hilangnya tombol Home, beberapa fiturnya dipindahkan ke Side Button. Contoh, tekan dua kali untuk mengaktifkan Apple Play, sedangkan menahannya akan mengaktifkan Siri. Untuk mengambil screenshot tekan Side Button dan tombol volume atas bersamaan.

Sekali lagi, tidak ada jack headphone, tetapi dengan banyak pabrikan ponsel lain yang juga menghilangkannya, tampaknya Apple mengambil langkah yang benar.

LAYAR

iPhone X adalah iPhone pertama dengan layar OLED. Secara umum, layar OLED bersifat lebih ringan, lebih tipis, lebih hemat daya dan memiliki rasio kontras lebih baik dibandingkan dengan layar LCD. Layar iPhone X dibuat oleh Samsung, yang memproduksi layar OLED mobile terbaik di pasaran, dan OLED ‘Super Retina HD’ pada X terlihat sebaik layar Super AMOLED pada smartphone Samsung. Layar tersebut menampilkan performa terang dan tajam, dengan kontras luar biasa dan tidak ada masalah jika dilihat dalam sudut lebar. Apalagi, Apple mengkustomisasi layar iPhne X, jadi warna terlihat lebih alami dan tampilan saturasi tidak terlalu tinggi seperti smartphone Samsung.

Untuk layarnya sendiri, iPhone X mengusung Super Retina HD OLED 5,8 inci tanpa bezel. Layar berukuran 5,8 inci tersebut memiliki resolusi 2.436 x 1.125 piksel (~458 ppi) tetapi karena memiliki rasio aspek panjang 19,5:9, ukurannya tidak terlalu besar. Bahkan, X hampir seukuran iPhone 8 ketimbang 8 Plus, dan jika Anda menonton konten reguler dengan rasio aspek 16:9 di iPhone X, ada bezel hitam besar di kedua sisinya, jadi akan terlihat hampir seukuran layar 5 inci. Layarnya yang tinggi memerlukan waktu untuk membiasakannya, tetapi Anda akan memiliki halaman ekstra ketika menjelajah internat, atau ketika menggunakan aplikasi yang dioptimalkan untuk X. Hal ini mengingatkan kami ketika Apple beralih dari 3,2 inci dengan rasio aspek 3:2 pada iPhone 4, menjadi 4 inci berasio aspek 16:9 pada iPhone 5 – layarnya agak tinggi, tetapi tidak terlalu besar meski ukuran layar bertambah.

Seperti iPhone 8 dna 8 Plus, X memiliki sistem Apple True Tone untuk secara otomatis menyesuaikan temperatur warna layar sesuai cahaya sekitar. selain itu, X memiliki sensor cahaya 10 channel dibandingkan dengan 4 channel pada 8, yang yang menjadikannya lebih presisi dalam mendeteksi cahaya sekitar. Layar X juga mendukung sertifikasi Dolby Vision dan HDR10, yang berarti Anda dapat menikmati konten HDR pada smartphone tersebut. Cukup praktis, Apple telah menyediakan konten HDR di iTunes.

Kini saatnya bercerita tentang kejanggalan: jeda pada layar. Beberapa aplikasi menggunakan sistem auto-layout iOS dan mengisi seluruh layar, tetapi akan sering menampilkan konten yang hilang karena jeda pada layar atau akan terpotong di kedua sisi karena rasio aspek yang tidak biasa. Aplikasi lain yang tidak terisi pada layar tersebut malah memiliki pinggiran hitam besar di atas dan bawah. Namun masalah tersebut akan hilang lantaran lebih banyak pengembang aplikasi memperbarui aplikasinya untuk X, tetapi saat ini menjadi agak menganggu.

Masalah akan lebih terlihat ketika Anda menggunakan aplikasi yang berjalan dalam mode lansekap, seperti aplikasi konten Netflix dan YouTube dan kebanyakan game. Dengan gangguan jeda di atas Anda masih dapat diabaikan, tetapi dalam mode lansekap, Anda akan menghadapi gangguan besar di kiri layar. Menonton konten layar penuh di YouTube, Anda akan melihat video kecil dengan garis hitam di seluruh pinggir layar (lihat gambar di bawah), atau layar penuh keseluruhan dengan konten yang ‘tertutup’ jeda – dua-duanya kurang asik. Banyak game yang mengalami kejadian yang sama.

Kami yakin pada akhirnya masalah tersebut akan sirna karena anyak pengembang aplikasi akan memperbarui aplikasinya khusus untuk X (meski kami bayangkan banyak pengembang tidak terlalu gembira untuk memiliki versi kode khusus dari aplikasi mereka hanya untuk satu ponsel di pasaran dengan layar berjeda), tetapi untuk saat ini masalah tersebut menganggu kami untuk menikmati layar X yang sangat unggul.

AUDIO

iPhone X memiliki konfigurasi speaker stereo yang sama seperti 8 dan 8 Plus, menyertakan speaker di bagian bawah dan speaker kedua berada di atas. Seperti 8 dan 8 Plus, kualitas audio pada X berperforma bagus, dengan perpisahan stereo lumayan dan bass yang dalam. Anda mendapatkan Lighting Earpod dan dongle jack Lighting-to-3,5 mm di dalam kemasan.