ASUS dan Microsoft Berkolaborasi Hadirkan Pengalaman Komputasi Terbaik


ASUS dan Microsoft Berkolaborasi Hadirkan Pengalaman Komputasi Terbaik

Perjalanan ASUS menggarap pasar notebook tanah air bisa dibilang merupakan kisah sukses yang berawal sebagai pemain kecil (zero) hingga menjadi besar (hero). Di 2009 dengan produk andalan netbook Eee PC ASUS hanya mencatakan pangsa pasar 2,45%. Empat tahun kemudian di 2013, ASUS berhasil tampil sebagai pemimpin pasar di segmen notebook dengan mencatatkan pangsa pasar 31%. Kepemimpinan ASUS bertahan hingga tiga tahun kemudian di 2016 dengan torehan pangsa pasar notebook 33%. Dan tahun ini, ASUS mengukuhkan posisinya sebagai pemenang tak tertandingi di segmen notebook dengan pangsa pasar 41% menurut Gfk.

Diklaim untuk memberikan pengalaman komputasi terbaik, ASUS berkolaborasi dengan Microsoft mengumumkan bahwa mulai Nobember 2017 seluruh produuk notebook terbaru yang dihadirkan ASUS ke pasaran akan mengusung sistem operasi Windows 10.

Seluruh varian notebook besutan ASUS, mulai dari notebook premium, ultrabook dan covertible, hingga notebook gaming telah dilengkapi dengan beragam varian sistem operasi Windows 10. Model notebook mainstream dan terjangkau pun tak luput dengan instalasi Windows 10.

“Kami yakin dengan Windows 10 asli, para pengguna bisa kian aman, produktif dan menguntungkan bagi seluruh segmen pengguna. Kami juga yakin kolaborasi ini akan membawa kami ke tingkatan lebih tinggi berikutnya dan selalu berupaya menghadirkan lebih banyak inovasi ke pasar Indonesia,” kata Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia.

Microsoft meyakini bahwa PC merupakan perangkat utama pendukung kreativitas dan bisa mendorong pengguna menghasilkan karya inovatif. “Dengan hadirnya Windows 10 di seluruh notebook ASUS , pengguna tidak hanya mendapatkan pengalaman komptasi terbaik tapi juga nilai tambah baru melalui perlindungan terhadap ancaman keamanan komputasi,” kata Vlasta Berka, General Manager of Device Sales Microsoft South East Asia.

Penelitian Microsoft dan National University of Singapore mengungkapkan bahwa 9 dari 10 komputer baru yang menjalankan sistem operasi Windows bajakan telah terinfeksi malware. Tidak hanya itu, 61% dari media penyimpanan DVD/CD yang digunakan untuk menginstal sistem operasi Windows bajakan terinfeksi oleh beragam jenis malware yang mengancam keamana identitas pengguna.

Microsoft mengklaim bahwa Windows 10 merupakan versi sistem operasi Windows paling aman hingga kini. Menurut Microsoft, dengan menggunakan sistem operasi Windows 10 asli, pengguna tidak perlu menggunakan aplikasi keamanan pihak ketiga karena Windows 10 dilengkapi dengan teknologi proteksi terhadap phishing maupun malware. Windows 10 juga hadir dengan pembaruan otomatis yang memastikan pengguna mendapatkan versi dan fitur paling baru.   

Windows 10 Fall Creators Update menawarkan pengalaman baru untuk mendukung krativitas. Fitur seperti Windows Ink yang memungkinkan pengguna bisa langsung menuliskan gagasannya menggunakan pena stylus yang akan membantu para kreator saat menuangkan imajinasinya.

Pembaruan juga dilakukan pada fitur lainnya antara lain aplikasi foto dan video, peningkatkan fitur gaming, keamanan dan aksesibilitas yang lebih mendalam berkat teknologi virtual reality berjuluk Windows Mix Reality. Pengguna juga masih bisa menikmati jajaran fitur dan aplikasi andalan Microsoft seperti Windows Hello dan Microsoft Edge. Pembaruan pada browser Microsoft Edge juga menawarkan pengalaman jelajah web yang gesit.

Semua Kategori Berita

Berita 12 Bulan Terakhir