Fujifilm Umumkan Debutnya di Segmen Kamera Format Medium


Fujifilm Umumkan Debutnya di Segmen Kamera Format Medium

Mr. Toru Takahashi, Senior Vice President, Fujifilm Corporation mengutip ucapatan fotografer W. Eugene Smith “Dunia tidak cocok untuk diabadikan dengan kamera berformat 35 mm”, sebelum meluncurkan seri kamera terbaru Fujifilm – GFX series.

Kamera mirrorless ini menggunakan sensor CMOS 43,8 x 32,9 mm (format medium) dan lensa GF series baru yang secara bertahap hadir mulai 2017. Ukuran sensor tersebut 70% lebih besar dibandingkan dengan sensor full-frame, dan sensor untuk kamera pertama di seri GFX, Fujifilm GFX 50S, memiliki ukuran piksel 5,3 µm yang memberikan resolusi 51,4 MP (8256 x 6192 piksel).

Angka resolusi tinggi memungkinkannya menghadirkan ketajaman lebih tinggi serta menawarkan pengaturan beragam aspek rasio seperti 4:3, 3:2, 1:1, 4:5, 6:7 dan 6:17. Sensor tersebut merupakan buatan Fujifilm dan didukung dengan prosesor gambar Fujifilm X-Processor Pro yang memastikan pengguna mendapatkan warna Fuji yang memikat.

Kamera GFX 50S dengan lensa GF menggunakan mount G baru yang memanfaatkan struktur sistem mirrorless dengan jarak flange hanya 26,7 mm. Artinya, lensa bisa lebih kecil sekaligus mengurangi efek vignetting sehingga diperoleh ketajaman maksimal. Mount baru tersebut telah didesain lebih ringan dan memiliki durabilitas tinggi serta menyediakan daya lebih tinggi pada lensa yang memungkinkan performa otofokus lebih cepat.

Sebagai kamera mirrorless, GFX 50S tidak memiliki viewfinder, tapi menyediakan EVG yang terpasang pada hotshoe dan bisa dilepas untuk memasang monitor eksternal atau viewfinder yang memiliki kemampuan diputar 180 derajat. Fujifilm mengatakan aksesoris lainnya seperti Vertical Battery Grip akan dirilis secara bersamaan. Kamera ini juga akan mendukung pemotretan menggunakan kabel dan kompatibel dengan beragam software konversi RAW.

Enam lensa baru untuk GFX series juga diumumkan:

 

  • Standard prime “GF63mmF2.8 R WR” (setara 50 mm dalam format 35 mm)
  • Wide-angle standard zoom “GF32-64mmF4 R LM WR” (setara 25-51 mm dalam format 35 mm)
  • Mid-telephoto macro 1:0.5 “GF120mmF4 Macro R LM OIS WR” (setara 95 mm dalam format 35 mm)
  • Fast aperture mid-telephoto “GF110mmF2 R LM WR” (setara 87 mm dalam format 35 mm)
  • Ultra wide “GF23mmF4 R LM WR” (setara 18 mm dalam format 35 mm)
  • Wide “GF45mmF2.8 R WR” (setara 35 mm dalam format 35 mm)

Tiga lensa pertama akan tersedia saat peluncuran kamera GFX series di awal 2017, sedangkan tiga lensa lainnya dikabarkan menyusul secara bertahan setelahnya. Keenam lensa akan hadir dengan cincin aperture dan memiliki C (Command) Position baru pada cincing untuk mengaktifkan pengaturan aperture via tombol command pada bodi. Seluruh lensa tahan debu dan elemen cuaca serta dikabarkan mampu bertahan pada temperatur rendah hingga -10 derajat Celcius.

Fujifilm GFX 50S akan tersedia mulai awal 2017 bersama dengan GF63mmF2.8 R WR, GF32-64mmF4 R LM WR, and the GF120mmF4 Macro R LM OIS WR. Belum ada pengumuman seputar harga, tapi Toshihisa Iida (General Manager, Sales & Marketing, Fujifilm) mengatakan bahwa GFX 50S dengan kit GF63mmF2.8 R WR ditawarkan dengan harga di bawah US$ 10.000, sehingga membuatnya sebagai pilihan paling kompetitif di ranah format medium dan menjadi pertimbangan serius bagi mereka yang menggunakan kamera full-frame 35 mm profesional.

Semua Kategori Berita

Berita 12 Bulan Terakhir