Rooting Android

4 Alasan Rooting Android Sangat Rumit Hingga Membuat Anda Terganggu!

Bagi Anda sebagai pengguna Android tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah rooting.

Proses rooting sendiri di maksudkan untuk memberikan kontrol yang lebih baik terhadap sistem Android pada smartphone.

Rooting memungkinkan Anda untuk mendapatkan berbagai akses yang di batasi oleh perusahaan.

Rooting memungkinkan Anda untuk mengubah aplikasi sistem dan bahkan menginstal perangkat lunak tidak resmi.

Namun, untuk melakukan rooting ini, di perlukan beberapa upaya yang agak rumit, meskipun smartphone itu milik Anda sendiri.

Di lansir dari androidcentral.com, berikut Jaka memberikan 4 alasan mengapa proses rooting sulit. Ayo!

4 Alasan Mengapa Rooting Android Sulit

1. Perusahaan smartphone membenci rooting

Perusahaan smartphone juga mengkhawatirkan proses rooting, yang memungkinkan kontrol lebih pada smartphone.

Seperti perusahaan yang khawatir tentang mengubah APN hanya untuk mendapatkan prioritas jaringan yang lebih tinggi.

Atau bahkan mengubah aturan SMS dan MMS sehingga Anda dapat mengirim secara gratis.

Terakhir, untuk menjaga kualitas keamanan, perusahaan smartphone mengunci pengaturan dan izin.

Ini berarti bahwa produsen ponsel cerdas memutuskan aplikasi mana yang dapat Anda hapus atau ubah.

Mereka juga memutuskan aplikasi mana yang dapat di instal sehingga risiko penyalahgunaan aplikasi dapat di kurangi.

Dengan aplikasi yang sudah terpasang di smartphone, perusahaan juga dapat memperoleh pendapatan dari perusahaan aplikasi tersebut.

2. Produsen komponen ponsel cerdas membenci rooting

Perusahaan smartphone tidak membuat semua komponen.

Seperti prosesor, modem atau perangkat penyimpanan, mereka membeli dalam jumlah besar dan digunakan selama proses perakitan.

Bahkan perusahaan seperti Samsung menggunakan komponen dari perusahaan seperti Qualcomm, Broadcom, Toshiba atau bahkan LG.

Melalui proses rooting, perusahaan komponen ini takut ada yang menggunakannya untuk mencuri kekayaan intelektual mereka dan bahkan menggunakannya untuk keuntungan perusahaan pesaing.

Untuk melindungi hal-hal seperti itu, mereka telah sepakat bersama dengan perusahaan smartphone untuk mengunci pengaturan dan beberapa izin sehingga hak lisensi mereka juga terlindungi.

3. Pemeliharaan gambar Google

Tidak hanya produsen smartphone dan komponen smartphone yang membenci proses rooting.

Google juga tidak menyukai proses rooting. Rooting Android memungkinkan beberapa tindakan tercela seperti menipu aplikasi.

Menipu dengan memperlakukan aplikasi yang bisa di lakukan dengan menggunakan proses rooting justru bisa mencoreng citra Google.

Seperti masalah aplikasi Netflix yang enggan merilis aplikasinya di Android karena khawatir masalah pencurian film yang bisa muncul dengan smartphone yang di-rooting.

Hal seperti ini akhirnya membuat Google setuju untuk mengunci pengaturan dan beberapa izin.

4. Pertahankan privasi pengguna dengan Rooting Android

Dengan mengunci pengaturan dan beberapa izin, perusahaan smartphone ingin memberikan rasa aman kepada penggunanya.

Mereka ingin menjadi perusahaan yang di percaya pelanggannya sehingga mereka tidak perlu khawatir malware masuk ke smartphone pengguna dengan mudah.

Ini adalah 4 alasan mengapa perusahaan smartphone mengunci pengaturan mereka dan beberapa izin membuat proses rooting menjadi sulit.

Mengetahui hal ini, apakah Anda masih tertarik untuk melakukan rooting?

Tinggalkan pendapatmu di kolom komentar ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.