Apple iPhone 8 dan 8 Plus: Di Bawah Bayang-Bayang X


Performa Benchmark, Daya Tahan Baterai, dan Kesimpulan

Baik iPhone 8 maupun 8 Plus menggunakan prosesor baru Apple A11 Bionic, sebuah chip hexa-core dengan dua inti performa yang 25 persen lebih cepat daripada A10, dan empat inti hemat daya yang diklaim Apple 70 persen lebih cepat daripada model lawas. Tersedia pula GPU baru hasil desain Apple yang 30 persen lebih cepat, tapi hanya mengonsumsi daya setengahnya.

Sedikit catatan tentang RAM smartphone: seperti biasa, iPhone 8 mengusung RAM 2 GB, sedangkan iPhone 8 Plus dilengkapi dengan RAM 3 GB. Meskipun tampak tidak besar dibandingkan dengan RAM 6 GB bahkan 8 GB yang mulai terlihat pada smartphone Android, tapi smartphone sebenarnya tidak membutuhkan RAM sebesar itu.

Tidak seperti PC yang akan terbebani jika terlalu banyak tab browser yang dibuka, iOS dan Android memiliki manajemen memori otomatis yang menurunkan penggunaan RAM oleh tab yang tidak aktif. Anda memang bisa membagi layar untuk multitasking di kebanyakan smartphone, tapi terbatas hanya dua jendela sehingga tidak membutuhkan banyak RAM. Game mobile juga telah dioptimalkan untuk hanya menggunakan 1 atau 2 GB RAM, itulah mengapa tidak ada perbedaan performa yang signifikan dengan kapasitas RAM besar seperti 8 GB pada OnePlus 5.

 
Sistem Operasi
  • iOS 11
  • iOS 11
  • iOS 10
  • iOS 10
  • Android 7.1.1 Nougat with Dream UX
  • Android 7.0.1 (Nougat) with Oxygen OS 4.5
Prosesor
  • Apple A11 Bionic hexa-core
  • Apple A11 Bionic hexa-core
  • Apple A10 Fusion quad-core 2,33GHz
  • Apple A10 Fusion quad-core 2,33GHz
  • Samsung Exynos 8895 octa-core (4x2.3  GHz & 4x1,7  GHz), 10nm
  • Qualcomm Snapdragon 835
Memori RAM
  • 2 GB RAM
  • 3 GB RAM
  • 2 GB RAM
  • 3 GB RAM
  • 6 GB RAM
  • 8 GB RAM
Layar
  • 4,7-inci Retina HD / 1334 x 750 piksel (326 ppi) / IPS
  • 5,5-inci Retina HD / 1920 x 1080 piksel (401 ppi) / IPS
  • 4,7-inci Retina HD / 1334 x 750 piksel (326 ppi) / IPS
  • 5,5-inci Retina HD / 1920 x 1080 piksel (401 ppi) / IPS
  • 6,3-inci / 2560 x 1440 piksel (522  ppi) / Super AMOLED Infinity Display
  • Always-On Display
  • 5,5-inci / 1920 x 1080 piksel (401  ppi) / AMOLED
Kamera
  • Belakang: 12-megapiksel, f/1.8 iSight camera dengan phase detection autofocus, OIS dan quad LED (dual-tone) flash
  • Depan: 7-megapiksel, f/2.2 FaceTime HD camera
  • Belakang: Dual 12-megapiksel, (f/1.8, 28mm & f/2.8, 56mm) dengan phase detection autofocus, OIS, dan quad LED (dual-tone) flash
  • Depan: 7-megapiksel, f/2.2 FaceTime HD camera
  • Belakang: 12-megapiksel, f/1.8 iSight camera dengan phase detection autofocus, OIS dan quad LED (dual-tone) flash
  • Depan: 7-megapiksel, f/2.2 FaceTime HD camera
  • Belakang: Dual 12-megapiksel, (f/1.8, 28mm & f/2.8, 56 mm) dengan phase detection autofocus, OIS, dan quad LED (dual-tone) flash
  • Depan: 7-megapiksel, f/2.2 FaceTime HD camera
  • Belakang: Dual 12-megapiksel telephoto f/2.4 dan 12-megapiksel wide-angle f/1.7, OIS, 2x optical zoom
  • Depan: 8-megapiksel, f/1.7
  • Belakang primer: 16-megapiksel, f/1.7, contrast detection autofocus, EIS, LED flash, ukuran piksel 1,12 µm
  • Belakang sekudner: 20-megapiksel, f/2.6, phase detection autofocus, LED flash, ukuran piksel 1,00 µm
  • depan: 16-megapiksel, f/2.0, ukuran piksel 1,0 µm
Konektivitas
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, 4G+ LTE Cat 12 (up to 600Mbps), dual-band, hotspot, Bluetooth v5.0, A2DP, LE, GPS, GLONASS, Lightning connector
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, 4G+ LTE Cat 12 (up to 600Mbps), dual-band, hotspot, Bluetooth v5.0, A2DP, LE, GPS, GLONASS, Lightning connector
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, hotspot, Bluetooth v4.2, A2DP, LE, GPS, GLONASS, Lightning connector
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, hotspot, Bluetooth v4.2, A2DP, LE, GPS, GLONASS, Lightning connector
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac (2.4 + 5GHz), 4G+ LTE Cat 16 (up to 1Gbps), Bluetooth 5.0, VHT80, MIMO (2x2), GPS, GLONASS, NFC, Screen Mirroring
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac (dual band), Bluetooth 5.0, NFC, DLNA, USB Type-C, USB 2.0
Penyimpanan
  • Internal 256 GB
  • Internal 256 GB
  • Internal 32 / 128 / 256 GB
  • Internal 32 / 128 / 256 GB
  • Internal 64 GB (UFS 2.0)
  • Ekspansi hingga 256 GB (microSD)
  • Internal 128 GB
Baterai
  • 1821 mAh
  • 2675 mAh
  • 1960 mAh
  • 2900 mAh
  • 3300 mAh
  • Samsung Adaptive Fast Charging
  • 3300 mAh
Dash Charge
Dimensi
  • 138,4 x 67,3 x 7,3  mm
  • 158,4 x 78,1 x 7,5  mm
  • 138,3 x 67,1 x 7,1  mm
  • 158,2 x 77,9 x 7,3  mm
  • 162,5 x 74,8 x 8,6  mm
  • 154,2 x 74,1 x 7,25  mm
Bobot
  • 148 gram
  • 202 gram
  • 138 gram
  • 188 gram
  • 195 gram
  • 153 gram

Sunspider Javascript

SunSpider JavaScript mengukur performa jelajah internet sebuah perangkat saat memproses JavaScript. Pengujian ini tidak hanya mempertimbangkan performa hardware, tapi juga mengukur seberapa optimal platform tertentu dalam memberikan pengalaman jelajah internet berkecepatan tinggi.

Apple selalu menyuguhkan performa sangat baik di benchmark ini berkat optimalisasi Safari dengan prosesor Apple dan tren tersebut terlihat pada iPhone 8 dan 8 Plus. Apple iPhone 7 dan 7 Plus merupakan satu-satunya smartphone yang mencatatkan skor di bawah 200 ms dalam pengujian ini, tapi kini iPhone 8 dan 8 Plus mengalahkannya dengan torehan di bawah 150 ms. Pada pengalaman penggunaan sebenarnya, pengalaman jelajah web di kedua smartphone sangat cepat, lancar, dan beban jeda (lag).

3DMark Sling Shot

3DMark Sling Shot merupakan bechmark grafis 3D yang menguji seluruh fitur OpenGL ES 3.1 dan ES 3.0 API termasuk multi target render, instanced rendering, uniform buffer, dan transform feedback. Uji ini juga meliputi pencahayaan volumetrik memikat dan efek pasca-pemrosesan. Kami menjalankan benchmark ini dalam mode Unlimited yang mengabaikan resolusi layar.

Hasi pengujian ini begitu mengejutkan sehingga kami menjalankannya beberapa kali untuk memastikannya. Berikut adalah buktinya:

GPU baru pada A11 berperforma sangat inggi dan mengungguli pesaingnya dengan mudah pada benchmark ini. iPhone 8 Plus sekitar 30 persen lebih cepat daripada Qualcomm Snapdragon 835 dan mencatatkan skor nyaris dua kali lipat Samsung Exynos 8895.

Daya tahan baterai

Standar pengujian baterai untuk smartphone menggunakan parameter berikut:

  • Memutar secara berulang video 720p dengan tingkat kecerahan dan volume 100%
  • Konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth di aktifkan
  • Streaming data konstan dari email dan sosial media

Mengingat persyaratan hardware tambahan untuk wireless charging, iPhone 8 dan iPhone 8 Plus mengusung kapasitas baterai lebih kecil dari pendahulunya. iPhone 8 mengusung kapasitas baterai 1821 mAh (turun dari 1960 mAh pada iPhone 7), sedangkan iPhone 8 Plus hadir dengan kapasitas baterai 2675 mAh (turun dari 2900 pada iPhone 7 Plus). Kapasitas tersebut jauh lebih kecil dan iPhone 8 Plus ini menjadi salah satu smartphone 5,5 inci dengan kapasitas baterai terkecil.

Meski demikian, daya tahan baterai bisa dibialng bagus karena keduanya mampu menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan model tahun lalu. Hal itu menunjukkan efisiensi daya dari prosesor Apple.

Untuk pertama kalinya pada perangkat Apple, baik iPhone 8 dan 8 Plus mendukung wireless charging. Sayangnya, Anda harus membeli wireless charging pad terpisah untuk menggunakan fitur tersebut. Di sisi positif, Apple menggunakan standar pengisian wireless charging Qi yang juga digunakan oleh kebanyakan smartphone Android dengan wireless charging, termasuk di antaranya LG, Samsung, Google dan Motorola. Jika siapapun di rumah Anda yang menggunakan smartphone Android berfitur wireless charging, maka bisa dipinjam untuk mengisi ulang iPhone 8 dan 8 Plus.

Menariknya, kedua iPhone 8 juga mendukung fast charging baik untuk wireless charging maupun dengan kabel via port Lightning. Namun, wireless fast charging sepertinya belum diaktifkan untuk saat ini. Charging pad Mophie Qi yang kami gunakan mampu mengeluarkan daya 7,5 Watt, 50 persen lebih tinggi dari daya 5 Watt keluaran adaptor daya bawaan iPhone 8. Namun, pengisian ulang secara nirkabel maupun kabel perlu waktu hampir sama untuk mengisi ulang. Menurut Mophie, “fast wireless charging diaktifkan dengan pembaruan software gratis tahun ini”, perkiraannya saat charging pad besutan Apple yakni AirPower telah dirilis.

Fitur fast charging via port Lightning seharusnya sudah bisa dinikmati, tapi bukan dengan adaptor daya 5 Watt atau kabel USB-A ke Lightning yang tersedia dalam kotak kemasan. Anda harus menggunakan adaptor daya USB-C dengan daya lebih tinggi dan kabel USB-C ke Lightning.

Bagi pemilik MacBook atau MacBook USB-C, Anda beruntung karena telah memiliki adaptor yang kompatibel: adaptor Apple 29 Watt USB-C, adaptor 61 Watt USB-C, dan adaptor 87 Watt USB-C. Sayangnya, kami tidak memiliki kabel USB-C ke Lightning sehingga tidak bisa menguji fitur fast charging. Tapi Apple menyatakan Anda bisa mendapatkan pengisian ulang 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit yang tergolong rata-rata dibandingkan dengan teknologi fast charging lainnya.

Kesimpulan

iPhone 8 dan 8 Plus tampil sebagai smartphone unggulan Apple paling singkat karena tergeser oleh iPhone X 20 menit kemudian. Meskipun keduanya merupakan smartphone memikat, tapi berada di bawah bayang-bayang iPhone X. Fitur baru terbesar iPhone 8 dan 8 Plus yakni wireless charging juga tidak membantu karena sudah lama digunakan oleh smartphone Android.

Menengok kembali kepada iPhone generasi lawas, Apple selalu memperkenalkan sesuatu yang secara fundamental mengubah cara Anda berinteraksi dengan atau menggunakan smartphone: iPhone 7 menghadirkan ketahanan air dan menghilangkan jack headphone, iPhone 6s memperkenalkan 3D Touch, iPhone 6 merupakan kali pertama iPhone tersedia dalam dua ukuran layar, iPhone 5s menambahkan Touch ID dan prosesor 64-bit, dan sebagainya. iPhone 8 menyediakan fungsi wireless charging (tapi jika Anda membeli charging pad yang dijual terpisah), dan yang lainnya terasa seperti pembaruan kecil. Layar True Tone, suara stereo lebih baik, kamera lebih bagus, bahkan performa benchmark yang kian meningkat merupakan pembaruan menarik, tapi tidak mengubah iPhone atau cara Anda menggunakannya secara signifikan.

Apakah iPhone 8 dan 8 Plus sepadan untuk dibeli? Jika Anda pengguna iPhone 6s, 6 atau model di bawahnya dan tidak tertarik menghabiskan uang lebih banyak untuk iPhone X, maka ya, tentu saja. Anda mendapatkan prosesor lebih bertenaga, rating IP67, wireless charging, speaker stereo, kamera belakang lebih baik dengan stabilisasi gambar optikal, dan daya tahan baterai lebih panjang. Bagi Anda pemilik iPhone 7, kami sarankan untuk melewatkan iPhone 8 dan menunggu model tahun depan. Tapi jika merasa perlu memiliki iPhone 8, Anda selalu bisa menjual iPhone 7 dan melakukan upgrade, sebab iPhone tetap dihargai tinggi meski bekas sekalipun.

Ada satu hal terakhir yang pantas dipertimbangkan. Meskipun iPhone X mengusung layar 5,8 inci, tapi layar Super Retina yang diusungnya menggunakan aspek rasio 19,5:9 (membuatnya lebih tinggi dari Samsung Note8 dengan aspek rasio 18,5:9). iPhone X juga memiliki area kecil di atas layar yang menyita ukuran layar. Sebagian besar konten hadir dengan aspek rasio 16:9, artinya Anda bakal mendapatkan kotak hitam di kedua sisi layar iPhone X. Bahkan, berdasarkan dimensi yang disediakan Apple, kami memperkirakan konten 16:9 pada iPhone X akan tampil serupa saat Anda menggunakan smartphone 5 inci dengan layar tradisional. Intinya adalah layar iPhone X bisa dibilang lebih kecil daripada iPhone 8 Plus, sehingga bagi Anda penggemar layar besar, maka iPhone 8 Plus masih menjadi pilihan terbaik dengan layar tradisional 5,5 inci 16:9.