ASUS Ingin Gandeng Semua Pengguna dengan Motherboard ROG dan TUF Z370 Baru


ROG Maximus X series

ASUS hari ini mengumumkan lini baru motherboard Intel Z370 yang menyediakan beragam pilihan bagi setiap segmen pengguna mulai dari overclocker ekstrim hingga gaming kasual yang mencari motherboard andal.

Total tersedia 13 motherboard Intel Z270 yang dipamerkan di acara ASUS di Kuala Lumpur, Malaysia, di mana sebagian besar di antaranya tergolong ke dalam seri motherboard yang fokus pada gaming yakni Republic of Gamers:

  • ASUS ROG Maximus X Formula
  • ASUS ROG Maximus X Apex
  • ASUS ROG Maximus X Code
  • ASUS ROG Maximus X Hero
  • ASUS ROG Strix Z370-E Gaming
  • ASUS ROG Strix Z370-F Gaming
  • ASUS ROG Strix Z370-H Gaming
  • ASUS ROG Strix Z370-G Gaming (Wi-Fi AC)
  • ASUS ROG Strix Z370-I Gaming
  • ASUS Prime Z370-P
  • ASUS Prime Z370-A
  • ASUS TUF Z370-Pro Gaming
  • ASUS TUF Z370-Plus Gaming

Sebuah jumlah model yang besar dengan penamaan yang tidak mudah diingat pula. Meski demikian, bagi para pengguna setia ASUS yang telah mengenal generasi motherboard ASUS maka sebenarnya jajaran model terbaru ini tidak jauh berbeda dari model Z270.

Seri motherboard Maximus berada di posisi puncak, sedangkan model ROG Strix berada di tengah. Namun kali ini, motherboard seri TUF hadir sebagai model entry-level yang fokus pada durabilitas dan keandalan.

Terakhir, dua model Prime disiapkan untuk segmen pengguna massal yang lebih luas. Keduanya mempertahankan banyak fitur utama yang ada pada motherboard kelas atas, tapi estetika desainnya akan menarik bagi para pengguna mainstream.

Seri ROG Maximus X

ROG Maximus X Formula berada di posisi teratas lini motherboard Z370 besutan ASUS, paling tidak hingga Maximus X Extreme muncul.

Jika motherboard Extreme yang belum diluncurkan tersebut ditujukan bagi pengguna enthusiast yang menggunakan sistem pendingin cair, Maximus X Formula merupakan model yang lebih bergaya dengan ROG Armor.

ROG Maximus X Formula juga dilengkapi dengan pipa tembaga yang tertanam pada heatsink VRM untuk kemudahan pemasangan sistem pendingin cair kustom.

Model tahun ini mengusung fitur tiga slot PCIe 3.0, tapi hanya dua yang berjalan pada mode kecepatan x8/x8. Hal itu tidak mengejutkan karena baik AMD maupun NVIDIA kini telah membatasi konfigurasi multi-GPU hanya dua kartu grafis.

Tersedia pula beberapa fitur baru seperti layar LiveDash OLED yang pertama kali dijumpai pada motherboard ASUS X299. Layar tersebut bisa dikustomisasi dengan gambar atau animasi pilihan, atau bisa juga diatur untuk menampilkan informasi pemantauan hardware tertentu seperti temperatur CPU.

Salah satu dari dua soket M.2 telah dilengkapi dengan heatsink khusus yang terhubung ke PCH untuk membantu pelepasan panas berkat area permukaan lebih luas.

Tersedia fitur yang disebut ASUS sebagai jalur memori OptiMem yang ditemukan di seluruh lini Z370 dan pada motherboard seri Prime. Fitur ini merujuk pada metodologi jalur listrik memori untuk memberikan integritas sinyal sebaik mungkin.

Salah satu cara melakukannya adalah dengan mengurangi penggunaan penyambung yang memungkinkan pengiriman sinyal bisa tersebar ke seluruh lapisan PCB. Penyambung tersebut digunakan untuk mengatasi kesulitan routing, tapi juga bisa mengurangi kualitas sinyal. 

Desain jalur kelistrikan juga telah dibuat sedemikian rupa untuk mengurangi crosstalk dan coupling noise. ASUS mengklaim bahwa routing T-Topology generasi ketiga memungkinkan stabilitas lebih besar karena jarak antara CPU dan setiap slot DIMM sama dan memungkinkan kendali dan pencocokan karakteristik elektris lebih baik.

Komponen pelindung I/O terintegrasi juga telah diperbaiki. Tidak perlu lagi memasang metal pelindung I/O sebelum motherboard dipasang. ASUS mengatakan desain baru tersebut memungkinkan kontak lebih besar antara pelindung I/O dan konektor pada motherboard yang pada akhirnya meningkatkan perlindungan terhadap ESD.

Motherboard lain yang pantas disebut adalah Maximus X Apex, sebuah motherboard yang memangkas fitur tertentu dmi performa terbaik dan ruang overclocking lebih besar.

Misalnya, Miximus X Apex hanya menyediakan dua slot DIMM dan mendukung hingga RAM DDR4 32 GB, tapi mendukung modul memori yang dipacu dengan kecepatan overclock hingga 4500 MHz.

ROG Maximus X Apex mengusung soket DIMM.2 yang pertama kali muncul pada motherboard ASUS X299 di Computex 2017. Penampakannya seperti slot DIMM, tapi sebenarnya mengusung kartu tambahan DIMM.2 yang menyediakan ruang untuk dua media penyimpanan M.2 dan keputusan desain tersebut memungkinkan ASUS menyederhanakan jalur kelistrikan papan PCB.

ROG Maximus X Apex juga hanya menyediakan empat port SATA 6 Gbps, bukan enam port seperti kebanyakan motherboard lainnya.

Meski demikian, guna mempertahankan fokus performa tinggi, ia dilengkapi dengan kartu PCIe Aquantica AQC-108 5G untuk kecepatan koneksi Ethernet lebih tinggi.

PCB juga hadir dalam bentuk ‘X’ yang unik dengan rongga di bagian pinggiran. Jajaran saklar dan tombol DIP diposisikan di kanan atas yang menyediakan saklar untuk me-non-aktifkan slot PCIe, debug LED, dan titik pengukuran voltase.

Selain itu, ASUS membenamkan profil 5G OC ke dalam UEFI BIOS dan Anda bisa mengaktifkannya dengan cepat di bawah preset overclocking asalkan prosesor Anda bisa menanganinya.

Di sisi lain, Maximus X Code merupakan versi lebih rendah dari seri Formula dengan tampilan yang mirip tapi tidak menyediakan beberapa fitur berorientasi enthusiast seperti pipa jalur pendingin cair.

Maximus X Hero menjadi penutup seri Maximus dan disiapkan sebagai salah satu motherboard ROG berbanderol terjangkau. Tidak tersedia ROG Armor pada Maximus X Hero, demikian pula dengan heatsink M.2 yang diusung ROG model di atasnya.

Meski demikian, ASUS tidak melupakan para enthusiast karena masih tersedia sensor untuk aliran dan temperatur cairan pendingin serta header khusus pompa air.