ASUS ZenFone Selfie: Memuaskan Para Pecinta Selfie


Desain dan Fitur

 

Gambaran Umum

Tren smartphone khusus selfie dimulai sekitar tahun lalu dengan peningkatan kamera depan bersensor setidaknya 5 megapiksel. Sony menjadi salah satu vendor pertama yang meramaikan tren tersebut dengan menghadirkan smartphone Xperia C3 yang diklaim sebagai smartphone selfie terbaik di dunia. Tidak lama setelahnya, vendor lain seperti HTC (Desire Eye), Microsoft (Lumia 730/735), dan Oppo (N3) memasuki kancah tersebut.

ASUS masuk ke ceruk tersebut sekitar Juni 2015 dapat dikatakan sebagai pemain pengejar, tetapi hal tersebut lebih baik daripada tidak sama sekali. Apa fitur unik yang ditawarkan ASUS ZenFone Selfie sebagai pembeda dari yang lain? Sepasang sensor kamera 13 megapiksel di depan dan belakang perangkat tersebut yang dilengkapi dengan teknologi ASUS PixelMaster! Ada pula motif di balik pengembangan ZenFone Selfie yang diterangkan oleh Chairman ASUS, Jonney Shih dalam video berikut:

 

Desain dan Pengoperasian

Dalam hal desain, ZenFone Selfie tidak banyak berbeda dari smartphone fladship ASUS ZenFone 2 series. Mewarisi template desain memiliki kelebihan dan kekurangan. Di sisi kelebihan, bagian belakang melengkung yang ergonomis memberikan kenyamanan saat digenggam untuk smartphone seukurannya (berlayar 5,5 inci). Dibandingkan ZenFone 2, lengkungan lebih terasa pada ZenFone Selfie dengan casis yang berukuran hanya 3,9 mm pada pinggiran tertipisnya. Tombol volume di belakang berlakon juga sebagai tombol shutter yang menawarkan pengalaman pengguna lebih intuitif, sedangkan tekstur lingkaran kosentris di bawah tombol navigasi kapasitif adalah bukti ASUS yang tidak main-main dengan kenyamanan.

Di sisi lain, desain yang berhubungan dengan ZenFone 2 tidak diperhatikan pada ZenFone Selfie. Untuk mencapai pinggiran ultra tipis, ASUS meletakkan tombol daya di bagian atas, yang sayangnya menjadikan sulit untuk diakses untuk ukuran smartphone besar. Masalah ini dapat dihindari jika Anda melakukan gestur ketuk ganda untuk mengaktifkan atau mematikan layar. Hal lain yang harus diperhatikan adalah tidak adanya lampu layar pada tombol navigasi, yang menjadikan agak sulit mengaksesnya di ruangan gelap.

Salah satu perbedaan mencolok antara ZenFone Selfie dan ZenFone 2 series adalah baterainya yang dapat dilepas. Selain opsi mudah untuk mengganti baterai yang rusak, cara tersebut juga memberikan akses ke slot microSD dan micro SIM. Dengan demikian, ZenFone Selfie mendukung dual SIM yang kedua slot mendukung LTE CAT 4 berkecepatan hingga 150 Mbps. Meski demikian hanya satu slot tersebut yang dapat menangani data dan panggilan telepon, sedangkan slot lainnya hanya memiliki fungsi panggilan telepon – keuntungannya Anda dapat memilih sot mana yang beroperasi dari masing-masing mode di pengaturan telepon untuk memberikan Anda fleksibilitas tertentu tanpa mengganti SIM secara manual.

Layar Full HD 5,5 Inci

ZenFone Selfie hadir dengan layar IPS 5,5 inci 1.080 x 1.920 piksel (403 ppi) yang dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 4. Layar ini juga dilengkapi fitur full-screen lamination (teknik yang pernah kali lihat pada HTC One X) yang mana kaca pelapis dan lapisan panel menempel untuk menghilangkan celah. Hasilnya, menampilkan teks dan gambar yang tajam.

ASUS juga melengkapi mode Screen Color pada ZenFone Selfie yang dapat dipilih antara Balance, Bluelight Filter, Vivid, dan Customised (sesuai selera Anda). Bluelight Filter hadir untuk membantu mengurangi mata lelah serta meminimalisir distorsi warna dibandingkan dengan aplikasi pihak ketiga. Bagi Anda yang suka mengakses smartphone sebelum tidur, mode tersebut sangat berguna

Fitur ZenUI

ZenUI adalah antarmuka kustom yang terinstal pada perangkat mobile dengan sistem operasi Andriod sejak 2014. Saat ini, lebih dari 18 juta perangkat ZenUI terjual di seluruh dunia dengan lebih dari 150 juta aplikasi ZenUI terunduh. Selama beberapa tahun, ASUS menambahkan lebih dari 1.000 fitur baru ke dalam ZenUI termasuk ZenMotion, ZenUI launcher, Theme, dan SnapView.

One Hand Mode

Seperti kebanyakan phablet, ASUS melengkapi fitur software untuk memudahkan pengaksesan satu tangan di ZenFone Selfie. Dikenal dengan One Hand Mode, fitur ini mengecilkan antarmuka menjadi ukuran yang lebih mudah diakses. Selain memungkinkan Anda menyesuaikan ukuran antarmuka, mode tersebut juga memungkinkan Anda mengubah posisinya dari kiri ke mana pun di layar (contoh: tengah, kanan atas, kiri atas). Untuk mengaktifkan One Hand Mode, pergi ke Settings > ZenMotion > One Hand Mode. Anda juga dapat melakukannya via jalan pintas dengan mengetuk tombol Home dua kali.

Tema dan Ikon

Dengan HTC dan Samsung terus melangkah dengan menyuguhkan tema untuk perangkatnya, ASUS juga menawarkan theme store untuk ZenFone Selfie. Saat pengenalannya, ada sekitar 17 tema di store yang dapat dicoba. ASUS memiliki ZenUI Icon Pack, tetapi Anda dapat mencari lebih banyak di Google Play Store via link langsung “Get More”. Untuk mengkustomisasi antamuka ZenFone Selfie lebih lanjut, cukup usap ke bawah di home screen untuk mengakses tool lebih banyak seperti efek gulir dan font launcher.

Auto-start Manager

Kita semua tahu ada beberapa aplikasi berjalan di latar tanpa sepengetahuan Anda dan menyebabkan masalah seperti baterai cepat habis, penggunaan RAM tinggi, atau menggunakan data tidak penting. ASUS memberikan Anda beberapa kontrol aplikasi berjalan di ponsel menggunakan Auto-start Manager. Anda dapat memilih aplikasi mana yang berjalan otomatis dan yang tidak. Ikon bergambar sapu di pojok kanan atas akan membantu Anda membersihkan sistem dan memori di ZenFone Selfie. Auto-start Manager dapat diakses via Settings > Power management > Auto-start Manager.

Power Saver

Baterai berkapasitas 3.000 mAh mungkin menghadirkan lebih dari sehari dalam penggunaan biasa bagi kebanyakan konsumen, tetapi ada saat ketika Anda membutuhkan pengaturan atau menghemat baterai untuk bertahan lebih lama. Fitur ASUS Power Saver memberikan Anda jajaran mode baterai untuk dipilih dan menampilkan estimasi waktu siaga pada setiap mode. Dengan demikian, Anda dapat memilih mode yang diinginkan sesuai kebutuhan.

Selain itu, Anda dapat mengaktifkan Smart Swtich yang mana sistem akan otomatis beralih ke Super Saving Mode ketika level baterai mencapai persentase tertentu (<10, 15, 20, 25, 30%) atau sesuai jadwal (waktu mulai dan akhir).

Secara keseluruhan, kami menyukai bagaimana ASUS terus meningkatkan ZenUI dan membuatnya jauh lebih relevan untuk konsumen. Ketimbang melengkapi bloatware yang mengganggu, kami merasa fitur ini lebih berguna untuk konsumen dalam penggunaan sehari-harinya.