Review: NVIDIA GeForce GTX 1060: Peforma untuk semua


Pengantar

Mendefinisi ulang performa mainstream

Mungkin kini, segala sesuatunya semakin familier. Dengan kehadiran GeForce GTX 1060, NVIDIA telah melengkapi inti dari lini GPU Pascal yang artinya secara efektif NVIDIA telah memiliki kartu grafis yang ditujukan bagi tiga segmen pasar berbeda.

Jika GeForce GTX 1080 ditujukan bagi enthusiast yang hanya menginginkan performa teratas GPU tunggal yang tidak tertandingi, GeForce GTX 1070 akan menarik bagi para gamer yang menginginkan tingkatan performa enthusiast dengan banderol harga sedikit lebih terjangkau. Menariknya, kedua kartu grafis tersebut ditawarkan dengan harga di bawah GeForce GTX Titan X, sehingga NVIDIA melakukan tugasnya dengan baik karena menghadirkan performa yang sebelumnya berada di tingkatan ultra-enthusiast kepada lebih banyak pengguna.

Dengan demikian, GeForce GTX 1060 merupakan pijakan berikutnya saat menuruni tangga lini produk NVIDIA Pascal. Seperti halnya kedua saudara tuanya yang menawarkan peningkatan performa baru di tingkatan harga masing-masing, demikian pula dengan GeForce GTX 1060. Ditawarkan dengan banderol harga US$ 299 untuk versi Founders Edition (US$ 249 untuk versi kustom), GeForce GTX 1060 merupakan kartu grafis kelas mainstream dan akan menarik sebagian besar gamer PC yang tidak membutuhkan kartu grafis kelas atas. Seperti kartu grafis seri x60 milik NVIDIA sebelumnya yang menandai opsi lebih terjangkau, demikian pula dengan GeForce GTX 1060.

Bukan rahasia pula bahwa GeForce GTX 1060 berhadapan langsung dengan kartu grafsi AMD yang baru saja diluncurkan yakni Radeon RX480. Versi Founders Edition memang lebih mahal, tapi tawaran harga mulai US$ 249 dari pabrikan kartu grafis kustom menjadikannya sebagai alternatif menarik dari kartu grafis Polaris (8 GB ditawarkan dengan harga US$ 239, sedangkan model 4 GB dimulai dengan harga US$ 199).

Die GPU baru

Meski ditujukan bagi segmen mainstream, kami senang NVIDIA tidak memangkas terlalu banyak fitur. Bahkan, NVIDIA mempertahankan seluruh fitur yang dimiliki GeForce GTX 1070 dan 1080 seperti unit Simultaneous Multi-Projection (SMP) dan kompresi memori tingkat lanjut yang memungkinkan bandwidth lebih efisien.

Kami telah mengulas tentang fungsi SMP dalam review GeForce GTX 1080 sehingga Anda bisa menuju ke sana untuk mengetahuinya. Tapi secara singkat, fungsi terbesar SMP bisa ditmukan pada pengaplikasian VR dan setup multi-layar monitor. GPU Pascar secara simultan mampu menciptakan 16 proyeksi berbeda dari satu titik pandang (Pascal mendukung dua titik pandang), artinya Pascal secara akurat mampu menyamai bentuk unik layar VR dan sudut monitor dalam konfigurasi multi-layar monitor. Pada akhirnya, hasil yang disajikan adalah performa lebih baik dan pengalaman lebih menyeluruh.

GeForce GTX 1060 bahkan mendukung GPU Boost 3.0 dan Fas Sync – GPU Boost 3.0 memungkinkan offset frekuensi per-voltase untuk memaksimalkan potensi kartu grafis, sedangkan Fast Sync membantu menciptakan pengalaman lebih lembut dan rendah latensi pada game lebih ringan seperti League of Legends.

GeForce GTX 1060 juga berbasiskan pada proses pabrikasi FinFET 16 nm seperti kedua saudara tuanya. Artinya, GeForce GTX 1060 juga memiliki keunggulan peningkatan efisiensi daya. GeForce GTX 1060 memiliki TDP 120 Watt, sama seperti pendahulunya GeForce GTX 960 yang barbasiskan Maxwell, namun menawarkan performa jauh lebih baik dari pendahulunya itu.

Meski demikian, GeForce GTX 1060 sebenarnya tidak bisa disamakan dengan kedua kakaknya. Misalnya, GeForce GTX 1060 tidak menggunakan GPU GP104 karena menggunakan GPU baru GP106. Hal serupa dilakukan NVIDIA pada generasi sebelumnya – GeForce GTX 970 dan 980 yang berbasiskan Maxwell menggunakan GPU GM204 yang sama, tapi GeForce GTX 960 berbasiskan pada GPU berbeda yakni GM206.

Langkah yang dilakukan NVIDIA tersebut memiliki alasan praktis. Kartu grafis NVIDIA GeForce GTX x60 tidak setara dengan dua model di atasnya dan ada batasan saat memangkas fitur untuk membedakan performa.

Ukuran die GP106 lebih kecial dari GP104 dengan area hanya 200 mm² versi 314 mm² pada GP104. GP106 hanya memiliki dua Graphic Processing Cluster (GPC), dan tersedia total 10 Streaming Mulstiprocessor (SM). Tapi seperti pada GeForce GTX 1070 dan 1080, tiap SM berisi 128 inti CUDA, sehingga total tersedia 1280 inti CUDA atau sekitar 33 persen lebih rendah dari 1920 inti pada GeForce GTX 1070. Tiap SM juga memiliki delapan unit tekstur sehingga total tersedia 80 unit tekstur pada GeForce GTX 1060.

Selain itu, dia GP106 memiliki enam kontroler memori 32-bit yang memberikan lebar bus memori 192-bit. Delapan ROP terikat di tiap kontroler memori sehingga terdapat 48 ROP. Bandwidth memori jauh lebih baik daripada GeForce GTX 960 – dengan memori GDDR5 6 GB dan memori clock efektir 8000 MHz, maka GeForce GTX 1060 memiliki bandwidth memori hingga 192 GB/detik, naik dari 112 GB/detik pada pendahulunya.

Fitur menarik Pascal lainnya ada pada kecepatan clock yang tinggi, demikian pula dengan GeForce GTX 1060. Kartu grafis ini menyuguhkan kecepatan base clock 1506 MHz dan boost clock 1708 MHz. Ternyata, GeForce GTX 1060 memiliki base clock yang sama seperti GeForce GTX 1070, tapi dipasangkan dengan boost clock lebihtinggi (boost clock GeForce GTX 1070 berjalan pada 1683 MHz).


Terakhir, berikut adalah screenshot spefisikasi singkat GeForce GTX 1060: