Ulasan Samsung Galaxy tab A (2017): Tablet Terjangkau Berdesain Mewah

Ulasan Samsung Galaxy tab A (2017): Tablet Terjangkau Berdesain Mewah

Galaxy Tab A terbaru pertama kali dikenalkan pada akhir tahun 2017. Dari awal kehadirannya, tablet bikinan Samsung ini memang dirancang untuk segmen pemula. Namun berbeda dari versi pendahulunya yang berbalut material plastik, Galaxy Tab A versi 2017 memiliki bodi logam di sisi belakangnya sehingga jauh dari kesan murahan. Selain meningkatkan estetika desain, bodi logam tersebut juga bermanfaat untuk menangkal noda sidik jari. Namun, sifat alami bodi logam adalah menjadikan tablet yang berbobot 364 gram ini agak licin ketika kami genggam.

Layarnya yang berukuran 8 inci dikelilingi oleh bezel yang tidak terlalu ramping, terlebih pada bezel atas dan bawah. Di bagian dagu Anda akan melihat tiga tombol; yang terdiri dari dua tombol sensitif sentuhan yang mengapit satu tombol Home berbentuk fisik. Ya, konfigurasi tombol tersebut tidak berubah dari Galaxy Tab A sebelumnya. Kedua tombol sensitif sentuhan pada tablet ini tidak dilengkapi dengan lampu, sehingga agak sulit untuk mengaksesnya. Apalagi bezel bagian bawah terbilang cukup besar sehingga terkadang kami memerlukan waktu ketika ingin mengaksesnya.

Tray kartu SIM dan microSD terletak di sisi kiri tablet. Lantaran mengusung unibody, Anda diwajibkan untuk menggunakan pin yang tersedia untuk mengeluarkan tray ini. Tombol daya dan tombol volume sama-sama bejejer di sisi kanan. Di sisi bawah Tab A terlihat port pengisian daya berbentuk USB Type-C dan grill untuk speaker. Menurut kami grill speaker tersebut agak terletak terlalu ke pinggir yang dapat menyebabkan tertutup tangan ketika memainkan game berorientasi lansekap, menonton video di aplikasi YouTube dan sebagainya.

Resolusi layar yang dimiliki Galaxy Tab A adalah 800 x 1.280 piksel dengan rasio aspek 16:10. Meski resolusi tersebut tidak terlalu tinggi, konten di layar terlihat cukup jelas dan pinggiran huruf terlihat halus. Tablet tersebut tidak dilengkapi dengan sensor cahaya. Artinya, kecerahan pada layar tidak akan otomatis redup atau terang untuk menyesuaikan kondisi cahaya sekitar. Untungnya ada mode Outdoor yang dapat diakses dengan sangat cepat untuk menerangkan layar ke posisi maksimal. Perlu diingat bahwa mode Outdoor hanya aktif selama 15 menit jika Anda tidak menyentuh layarnya. Layar Galaxy Tab A tidak mereproduksi warna yang sangat pekat, tetapi pantas diacungi jempol karena konten pada layar ini masih terlihat meski di bawah penyinaran matahari terik.

Sebagai dapur pacu, Samsung mempersenjatai Tab A dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 425 empat inti 1,4 GHz, RAM 2 GB, dan penyimpanan internal 16 GB. Jika angka penyimpanan tersebut terasa kurang, slot microSD tablet ini mampu mendukung penyimpanan eksternal hingga 256 GB.

Kami memainkan game Asphalt 8: Airborne untuk merasakan performa tablet ini. Terkadang kami merasakan penurunan frame per second (fps) ketika gameplay menampilkan banyak detil. Namun secara keseluruhan, pengalaman ketika bermain game tersebut tidak berkurang. Untuk pengujian sintetis, kami menjalankan aplikasi Antutu Benchmark dan PC Mark Work 2.0 Performance yang masing-masing mencatat skor 42412 dan 3375.

Salah satu hal yang krusial pada tablet adalah daya tahan baterai. Dengan kapasitas 5.000 mAh, baterai Galaxy Tab A mampu bertahan selama 8 jam 19 menit saat memutar video secara terus-menerus dengan volume suara dan kecerahan layar maksimal ditambah dengan penarikan news feed dari Facebook, Twitter, dan email via koneksi Wi-Fi.

Dengan harga 3,5 juta rupiah yang tersedia secara eksklusif di jd.id, Samsung Galaxy Tab A (2017) dapat kami katakan adalah sebuah tablet yang terjangkau dengan tawaran desain menarik dan performa cukup. Galaxy Tab A cocok untuk Anda yang ingin membeli tablet pertama dalam menunjang produktivitas.