MSI Master Overclocking Arena 2013 - Memecahkan Rekor Dunia


MSI MOA 2013 Classic Battle

Grand Final Global MSI MOA 2013

Bagi Anda yang gemar dengan overclocking dan otak-atik PC, ajang overclocking yang diselenggarakan oleh nama besar dalam industry PC seringkali memberikan gambaran teknologi terkini dan kemampuannya. Sehingga selalu muncul tantangan bagi para overclocker untuk memacu dan meraih batas kemampuan sebuah teknologi seperti yang coba diraih dalam ajang kompetisi overclocking. Bagi MSI, ajang kompetisi overclocking dalam skala global pertama kali terselenggara pada 2008.

Kini, setelah melalui tahap kualifikasi regional, 16 overclocker ekstrim berkumpul di grand final Master Overclocking Arena (MOA) 2013 di Taipei, Taiwan. Ajang besar ini dimulai dengan Classic Battle (18 Oktober 2013) dan berakhir keesokan harinya (19 Oktober 2013) dengan Freestyle Battle.

Ajang MOA dibuka oleh MSI Corporate Executive Vice President & General Manager, DPU BU., Charles Chiang. Ia dan perwakilan dari Intel, Corsair, Cooler Master, Plextor dan BenQ menyambut para peserta grand final MOA tahun ini.

Setelah acara pembukaan, para peserta mengikuti undian untuk menentukan komponen PC yang meliputi dua motherboard, dua kartu grafis dan dua CPU, kit memori dan SSD.

Untuk daftar lengkap komponen yang digunakan pada overclocking hari pertama, silahkan temukan di sini.

Untuk daftar lengkap para peserta yang lolos ke grand final global tahun ini, silahkan temukan di sini.

Hari Pertama - Classic Battle

Master Overclocking Arena 2013 dimulai dengan Classic Battle di mana peserta menggunakan perlengkapan yang disediakan MOA serta perangkat overclocker mereka sendiri termasuk multimeter dan thermometer. Sesuai dengan tema MOA tahun ini yakni “No Limits”, pendingin LN2 bisa digunakan sejak awal.

Para peserta diberi tiga tugas untuk hari pertama yakni benchmark Super Pi 32M, CINEBENCH R11.5 dan 3Dmark Fire Strike. Dua jam dialokasikan untuk dua tahap pertama (Super Pi 32M dan CINEBENCH R11.5) sedangkan tiga jam dialokasikan untuk 3Dmark Fire Strike. Keenambelas overclocker memacu sistem mereka dan mengaplikasikan metode pendinginan masing-masing untuk memperoleh kecepatan clock setinggi mungkin untuk meraih skor benchmark terbaik.

Sebagai penilaian, skor dasar telah ditentukan untuk tiap benchmark sehingga skor overclock para peserta ditampilkan sebagai persentase peningkatan performa yang diraih. Skor dasar untuk tiap benchmark yakni: Super Pi 32M – 7 menit 3,441 detik, CINEBENCH R11.5 – 8,93 poin dan 3Dmark Fire Strike – 9891.

Skor akhir tiap peserta diperoleh dengan komposisi bobot benchmark 40% dari Super Pi 32M, 20% dari CINEBENCH R11.5 dan 40% dari 3Dmark Fire Strike.

Pemenang Classic Battle

Setelah satu hari melakukan overclocking ekstrim, Tolsty asal Ukraina tampil di posisi teratas sedangkan Lucky_n00b asal Indonesia dan Xtreme Addict asal Polandia berturut-turut meraih posisi ke-2 dan ke-3. Perlombaan berjalan ketat dan menegangkan karena skor antar pemenang tidak terpaut jauh.

Simak tabel skor di bawah ini untuk melihat bobot lebih besar untuk Super Pi 32M dan 3Dmark Fire Strike berpengaruh besar terhadap posisi peserta.