Co-inventor HoloLens Tinggalkan Apple


Co-inventor HoloLens Tinggalkan Apple

Co-inventor HoloLens, Avi Bar-Zeev telah meninggalkan posisinya di Apple bulan lalu.

Saat dihubungi oleh Variety, Bar-Zeev mengonfirmasi pengunduran dirinya dan mengatakan bahwa ia “melakukan pengunduran diri terbaik yang bisa dibayangkan orang”. Meskipun tak ingin berkomentar seputar rencana produk, Bar-Zeev menyampaikan bahwa ia berencana menjadi konsultan di ranah AR sembari menanti hal besar berikutnya.

Bar-Zeev bergabug dengan Apple di Juni 2016 dan dikabarkan menjadi bagian dari tim multi-disipliner yang mengembangkan produk AR di Apple. Menurut profil LinkedIn-nya, Bar-Zeev memimpin “tim purwarupa” untuk “sebuah upaya baru”. Ia juga terlihat dalam pengembangan prototipe penting untuk mewujudkan konsep, menjelajah, mengedukasi, dan membangun dukungan.

Bar-Zeev mengantonge pengalaman hampir 30 tahun di ranah AR. Sebelum bergabung Apple, ia membantu mendirikan dan menciptakan HoloLens di Microsoft. Bar-Zeev juga turut mendirikan Keyhole, sebuah perusahaan yang pada akhirnya diakuisisi Google untuk menjadi pondasi Google Maps. Ia menjadi anggota tim di Disney selama tahun ’90-an yang menggarap pengalaman VR awal.

Apple dirumorkan sedang menggarap beberapa proyek AR. Bloomberg mengabarkan di November 2016 bahwa Apple sedang mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi ke kacamata digital yang bisa terhubung secara nirkabel ke iPhone. Di CES 2017, ada spekulasi bahwa Apple bekerja sama dengan Carl Zeiss untuk sepasang kacamata AR. Apple juga diperkirakan menggarap layar AR untuk kendaraan otonom. April lalu, Apple dikabarkan sedang menggarap headset nirkabel yang mampu mendukung teknologi AR dan VR.

Di Maret 2017, analis UBS, Steven Milunovich mengklaim bahwa Apple memiliki lebih dari 1000 insinyur yang menggarap proyek AR di Israel yang diperkirakan meliputi “pemetaan 3D moderat” dan kit pengembangan software. Apple melakukan beberapa akuisisi di ranah AR termasuk perusahaan AR Metaio di 2015, perusahaan rintisan headset AR Vrvana di 2017, dan Akonia Holographic di 2018.

Sumber: Variety via MacRumors

Semua Kategori Berita

Berita 12 Bulan Terakhir