Daya Kuda NVIDIA Mengakselerasi AI


Daya Kuda NVIDIA Mengakselerasi AI

Tentang apa itu kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sudah dibahas secara luas. Yang menarik saat ini adalah tentang apa yang terjadi sekarang dan masa depan. Itulah pertanyaan yang diungkapkan oleh Dr. Simon See, Director & Chief Solution Architect untuk NVIDIA AI Tech Center di ajang IoTAsia 2017.

"Selama beberapa dekade terakhir, terdapat kemajuan pesat dalam teknologi mulai dari komputer hingga internet termasuk Internet of Things (IoT), dan tentu saja AI,” ujar Dr. Simon See. Dr. Simon See menambahkan, ada banyak proyeksi tentang sejumlah besar perangkat yang akan terhubung. Seluruh perangkat tersebut akan menjadi lebih pintar dan terhubung satu sama lain. “Perhatian saya adalah bagaimana kita akan menghubungkannya; bagaimana mereka akan berinteraksi antara satu dengan lainnya dan apakah yang akan mereka capai,” ujar Dr. Simon See.

Menurut Dr. See, teknologi yang dipopulerkan oleh berbagai film fiksi ilmiah seperti ron Man bakal menjadi kenyataan dalam waktu dekat, demikian pula dengan pencapaian di bidang akselerasi AI. Di film, tokoh Tony Stark sebagai Iron Man memiliki asisten pribadi berteknologi AI, J.A.R.V.I.S. Kini, kita telah menyaksikan asisten pribadi serupa yakni Siri, Cortana atau Alexa.

Pengenalan suara dan teknologi penerjemahan juga telah terlihat peningkatan dengan teknik AI. Platform pengenalan suara Baidu DeepSpeech 2, didukung oleh GPU NVIDIA, dapat mengenali baik bahasa Inggris dan Mandarin secara akurat, sementara kemampuan menerjemahkan secara langsung berbasis mesin juga telah di buktikan pada acara konferensi, ujar Dr See. “Langkah selanjutnya adalah pengolahan bahasa alami – kami ingin konteks untuk itu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, teknologi AI digunakan pula di bidang kesehatan untuk mendiagnosa kanker. Serta di bidang teknik untuk memprediksi atau mencegah kegagalan menggunakan machine learning guna mendeteksi anomali pembakaran turbin gas oleh General Electric (GE). Teknologi kecerdasan buatan bernama AlphaGo bahkan mampu mengungguli manusia dalam game.

Bagian terpenting dari teka-teki ini adalah ekosistem yang diperlukan untuk membuat AI menjadi nyata di manapun. NVIDIA dapat menyediakan komputasi “tenaga kuda” untuk ini, Dr See menjelaskan. Teknik AI digunakan untuk melatih AI yang membutuhkan banyak eksperimen dan banyak data, lebih banyak dibandingkan kebutuhan komputasi normal. Unit proses grafis (GPU) dari NVIDIA dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pelatihan ini. 

Pada kasus AlphaGo dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk melatih jaringan, menggunakan beberapa ratus juta langkah pelatihan pada 50 GPU. “Dibutuhkan sangat banyak kekuatan komputasi. Kita akan membutuhkan pusat data AI baru,” ujar Dr See. “Kami mengetahui kerangka kerja AI telah tersedia. Kami kini dapat mengembangkan jaringan saraf dengan mudah. Kami membangun sistem yang menjalankan jaringan mereka sangat cepat.”

Semua Kategori Berita

Berita 12 Bulan Terakhir