Facebook Bisa Gunakan AI Untuk Membuka Mata Anda Jika Mata Tertutup Saat Selfie


Facebook Bisa Gunakan AI Untuk Membuka Mata Anda Jika Mata Tertutup Saat Selfie

Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan benar-benar pintar. Ia mampu melakukan beragam hal memukau saat menangani foto, termasuk mengisi kekosongan pada gambar dengan menghadirkan informasi yang hilang.

Kini, AI tampaknya bisa memperbaiki selfie buruk Anda. Sepasang insinyur Facebook menggambarkan di dalam makalah riset yang dipublikasikan minggu ini sebuah metode yang menggunakan machine learning untuk memperbaiki mata tertutup di foto.

Metode tersebut masih dalam tahap riset dan masih jauh sebelum bisa digunakan oleh para pengguna Facebook, itu pun jika memang disiapkan untuk pengguna. Bagaimanapun, sebuah langkah masuk akal jika Facebook ingin merilis fungsi tersebut kepada para penggunanya.

Lagi pula, telah tersedia banyak alat pengeditan foto seperti menghilangkan mata merah dan kotoran yang tidak diinginkan, tapi solusi untuk mata tertutup akibat berkedip saat melakukan selfie belum bisa dilakukan oleh siapapun.

Facebook menggunakan metode machine learning berjuluk Generative Adversarial Network (GAN) yang mumpuni untuk menghasilkan gambar. GAN telah digunakan untuk menciptakan selebriti palsu, mengubah cuaca pada video, dan desain pakaian, sehingga mengubah mata tertutup menjadi terbuka merupakan tugas yang gampang.

Tapi agar bisa berjalan, maka sistem tersebut perlu mengetahui penampilan mata Anda saat terbuka. Itu berarti para peneliti perlu melatih sistem menggunakan gambar saat mata obyek terbuka sehingga software bisa mengumpulkan informasi bentuk dan warna mata. Sistem tersebut kemudian menggunakan informasi itu untuk mengkoreksi gambar mata tertutup saat berkedip.

Tapi metode tersebut bukan tanpa kekurangan, dan AI masih kesulitan dengan hal-hal seperti kaca mata atau wajah pada sudut ekstrim.

Tidak diragukan lagi bahwa fungsi tersebut akan sangat berguna setelah disempurnakan, tapi ia juga menjadi bagian dari potensi masalah pengembangan lebih besar yang pada akhirnya akan memungkinkan AI menghasilkan foto dan video baru.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan yang jelas tentang autentisitasnya karena kian mudah untuk memalsukan foto, terutama pada platform seperti Facebook yang menyebut dirinya membantu pengguna saling menjalin hubungan tanpa kepalsuan.

Sumber: Facebook

Semua Kategori Berita

Berita 12 Bulan Terakhir