Galaxy S10 dan Smartphone Lipat Bisa Selamatkan Bisnis Mobile Samsung


Galaxy S10 dan Smartphone Lipat Bisa Selamatkan Bisnis Mobile Samsung

Mengalami penurunan keuntungan operasional bisnis mobile lebih dari 30% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Samsung sedang menghadapi salah satu krisis terbesar dalam sejaranya. Tapi smartphone terbaru besutan Samsung mendatang bisa menjadi jalan keluar.

Koh Dong-jin, CEO bisnis smartphone dikabarkan menuliskan pesan kepada para eksekutif dan staf bahwa ia merasa “prihatin dengan kondisi bisnis yang sulit” dan ia akan berupaya keras untuk “mengatasi krisis dengan Galaxy S10 dan smartphone lipat mendatang”.

Seorang sumber menyampaikan kepada The Korea Heraldbahwa pesan Koh tersebut mengindikasikan posisi kritis bisnis mobile Samsung saat ini. Samsung baru-baru ini mengungkapkan penurunan keuntungan operasional bisnis mobile lebih dari 30% di Q3. Sumber lainnya mengklaim bahwa “sistem hirarkhi dan pengambilan keputusan yang kaku” menjadi kendala paling serius untuk divisi mobile Samsung karena menghalangi gagasan dan solusi inovatif.

Meski demikian, seorang pejabat senior Samsung mengatakan bahwa komentar Koh dikutip tanpa melihat konteks dan publik seharusnya tidak terlalu menganalisanya secara berlebihan. Ia menambahkan bahwa komentar tersebut berhubungan dengan “fitur kamera berbeda seperti fungsi sudut lebar dibandingkan dengan produk pesaing” dan Koh akan mendengarkan umpan balik dari konsumen serta menerapkannya dalam tahap pengembangan produk.

Lee Jae-yong, Vice Chairman Samsung, disebutkan telah mengkritik Koh karena melemahkan daya saing smartphone Samsung setelah mengunjungi sebuah toko di Eropa. Lee telah memerintahkan peningkatan teknologi kamera di smartphone Samsung. Peluncuran Galaxy S10 mendatang dan smartphone lipat pertamanya di Q1 2019 bisa menjadi solusi krisis yang dihadapi bisnis mobile Samsung.

Sumber: The Korea Herald 

Semua Kategori Berita

Berita 12 Bulan Terakhir