Layanan Streaming Video Apple Mendatang Fokus Pada Konten Keluarga?


Layanan Streaming Video Apple Mendatang Fokus Pada Konten Keluarga?

Layanan streaming video besutan Apple, yang direncanakan meluncur di 2019, dikabarkan melakukan pendekatan berbeda daripada para pesaingnya.

The Wall Street Journal (WSJ) mengklaim bahwa eksekutif senior Apple tidak menyetujui gagasan konten dengan kekerasan berlebihan maupun elemen SARA karena khawatir bisa memengaruhi “citra merek” dan menyinggung basis konsumen Apple.

CEO Apple, Tim Cook disebutkan terganggu oleh konten drama pertama Apple berjudul “Vital Signs” saat menontonnya setahun lalu. Sejak saat itu, ia telah menginstruksikan para produser dan agen bahwa konten tersebut harus berkualitas tinggi berisi para bintang dan daya tarik luas, bukan “seks, kata tak senonoh atau kekerasan.”

Fokus dari konten keluarga tampaknya menjadi penyebab penundaan peluncuran konten video pertama. Seorang sumber menyampaikan kepada WSJ bahwa tanggal peluncuran kemungkinan akan diundurkan lebih jauh.

Pabrikan iPhone tersebut telah tertarik memproduksi konten video sendiri sejak 2015. Pada Januari 2017, WSJ mengabarkan bahwa Apple sedang bernegosiasi dengan para produser veteran Hollywood selama beberapa bulan tentang membeli naskah skenario acara TV.

Apple menyiapkan dana US$1 miliar untuk memproduksi konten sehingga mampu menghadirkan hingga 10 konten baru saat peluncuran. Menurut Bloomberg, layanan streaming video tersebut disebutkan akan dijual melalui aplikasi Apple TV. Di Juni 2018, Apple dan Oprah Winfrey mengumumkan kerjasama untuk memproduksi konten video.

Sumber: WSJ via AppleInsider

Semua Kategori Berita

Berita 12 Bulan Terakhir